RADARBOYOLALI.COM- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Gunung Merbabu menimbulkan dampak besar.
Selain meluluhlantakkan vegetasi, hampir 1.000 kepala keluarga (KK) di Desa Jlarem dan Desa Ngadirojo, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali terdampak.
Mereka kesulitan mendapatkan air bersih dari sumber mata air di Gunung Merbabu.
Itu karena pipa sepanjang 25 kilometer yang berfungsi mendistribusikan air bersih dari sumber mata air ke permukiman, terbakar.
Kepala Resort Ampel Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) Ekowati Murwaningsih mengatakan, warga di dua dusun terdampak kebakaran karhutla Merbabu.
Merujuk Data BTNGMb, ada dua desa terdampak. Yakni, Desa Jlarem dan Ngadirojo.
Di Desa Jlarem terdapat 450 KK dan di Desa Ngadirejo 511 KK.
"Kebakarannya termasuk besar. Membakar pipa air yang ada di dalam kawasan,” ujar Ekowati.
Kasubbag Pembangunan Setda Boyolali Ali Suprapto mengatakan, total panjang pipa saluran air di Gunun Merbabu yang rusak akibat kebakaran hutan Gunung Merbabu sepanjang 25 km.
Puluhan kilometer pipa air itu menyambung dari sejumlah dusun ke empat sumber air di Gunung Merbabu.
"Diupayakan secepatnya untuk perbaikan. Kami akan laporkan dulu (ke Pemkab Boyolali), karena biayanya (perbaikan) juga besar," bebernya. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono