RADARBOYOLALI.COM-Saat Natal dan tahun baru (Nataru) entrance tol fungsional Jogja-Solo tersedia tiga jalur. Akses pertama dari arah Boyolali bisa masuk timur stasioning (STA) 0+500 seperti Lebaran 2023.
Akses kedua, kendaraan dari arah tol trans Jawa bisa langsung ke tol Solo-Jogja melewati overpass.
Akses ketiga bisa melalui gerbang tol Banyudono. Saat ini, pelaksana proyek masih mengebut pengerjaan jalan tol.
"Exit tol Colomadu masih difungsikan," terang Direktur Utama PT Jasa Marga Jogja-Solo (JMJ) Suchandra P. Hutabarat, Rabu (1/11/2023).
Hingga pekan ini, progres tol Solo-Jogja mencapai 70 persen untuk paket 1.1. Yakni dari ruas exit tol Colomadu sampai Klaten.
Dua makam di Desa Brangkal mulai direlokasi dan dibangun struktur jembatan. Sedangkan paket 2.2 mulai pengerjaan konstruksi.
"Tol Jogja-Solo kami asumsikan sampai Purwomartani (Sleman,Red) ya. Kami upayakan Juli 2024 (Selesai,Red). Lebaran tahun depan (2024) mungkin bisa operasi sampai Klaten. Sisanya mungkin fungsional, dari Kartasura-Klaten jalur operasional dan Klaten-Prambanan fungsional," jelasnya.
Itu karena masih ada beberapa bidang dan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) di Purwomantani yang belum dibebaskan.
Termasuk ada lahan milik Sultan Hamengkubuwana X dan tanah kas desa (TKD).
Sedangkan seksi 3 masuk tahap II. Mulai Tirtonadi, Sleman sampai Kulonprogro. Pelaksana proyek terkendala izin penetapan lokasi (Penlok) dari Sultan Hamengkubuwana.
Baru Kabupaten Sleman dan Bantul yang sudah mendapatkan izin pembebasan lahan. Sedangkan di Kulonprogro berproses. Begitu izin penlok terbit, dilanjutkan pembebasan lahan. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono