RADARBOYOLALI.COM - Hanya berselang sehari, kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Tol Semarang-Solo terjadi laka tol maut pada Sabtu (4/11) malam, sekira pukul 19.40.
Kecelakaan disebabkan oleh ban mobil minibus kijang yang lepas. Kemudian oleh dan ditabrak bus yang melaju searah di belakangnya. Akibatnya, dua orang dilaporkan tewas.
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Tol Semarang-Solo jalur A kilometer (KM) 486+100. Tepatnya di Dusun Brajan, Kecamatan Mojosongo. Kecelakaan melibatkan Mobil Toyota Kijang bernopol E 1694 KD dan bus Hino bernopol N 7629 UR.
Kejadian bermula saat mobil kijang yang dikemudikan warga Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Teguh Santoso, 40, melaju dari arah Semarang menuju Solo.
Mobil membawa tujuh penumpang. Lima warga Pujiono,37; Rolena, 30; Evianah, 34; Djiwa Altha Funisa,7; Muhammad Riskq Fauazi, 8; Bukhori, 52, dan Khudzaefah, 38.
Mobil kijang itu melaju di jalur A lajur 2. Nahasnya, saat akan mendekati KM 486+100, ban mobil belakang sisi kiri lepas. Mobil kijang melaju tak terkendali hingga berputar balik dan terguling.
Apesnya, dari arah belakang, Semarang-Solo, terdapat bus Hino yang dikemudikan warga Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Muhammad Choyl, 46.
Benturan tak terhindarkan, bus menggasak mobil Kijang yang terguling dengan posisi melintang ke barat dan timur.
Akibatnya, dua orang meninggal dunia di lokasi, yakni pengemudi mobil Kijang, Teguh Santoso dan seorang penumpang, Khudzaefah.
"Keduanya mengalami cidera bagian kepala," terang Kasatlantas Polres Boyolali AKP Agista Ryan kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (5/11).
Penumpang lainnya, Pujiono, Bukhori, dan Muhammad Riskq mengalami luka ringan. Ketiganya dirujuk untuk mendapatkan perawatan di RS Hidayah Mojosongo.
Kemudian, penumpang lain, Djiwa Altha Funisa, Rolena, dan Evianah selamat. Termasuk sopir bus dan penumpangnya juga selamat.
"Kami langsung mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengevakuasi korban dan kendaraan," terangnya.
Kecelakaan yang terjadi KM 486+100 itu dikarenakan sopir kurang memperhatikan kondisi kendaraan. Sehingga penting melakukan perawatan dan pemeriksaan rutin kendaraan.
"Penting melakukan perawatan dan periksa rutin kendaraan yang dapat menghindari insiden mengerikan seperti yang baru saja terjadi di kilometer 486 A Tol Semarang Solo. Semoga dengan kesadaran dan tindakan pencegahan yang lebih baik, tragedi serupa dapat dihindari di masa mendatang," imbah Kapolres Boyolali AKBP Petrus Parningotan Silalahi. (rgl/nik)
Editor : Damianus Bram