RADARBOYOLALI.COM- Memasuki tahapan kampanye, KPU Boyolali mewanti-wanti peserta Pemilu 2024 mematuhi Peraturan KPU 2023.
Di antaranya lokasi yang dilarang untuk dipasang alat peraga kampanye (APK) alias white area.
Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih (Sosdiklih) dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) KPU Boyolali Nyuwardi mengatakan, tahapan kampanye dimulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024.
Telah disepakati, pemasangan APK yang difasilitasi KPU Boyolali ada tiga baliho.
Rinciannya, satu baliho untuk tiga pasangan capres dan cawapres. Lalu baliho parpol, dan satu baliho untuk calon DPD Jateng.
Pemasangan APK yang difasilitasi oleh KPU akan dipasang di barat Tugu Susu Murni, Kecamatan Boyolali Kota.
Sedangkan lokasi terlarang memasang APK yakni di fasilitas kesehatan, tempat ibadah, kawasan kator pemerintahan.
Untuk jadwal kampanye tiap parpol. memang tidak diatur.
"Peserta pemilu di Kabupaten Boyolali ada 18 parpol. Sudah mengirimkan daftar pelaksana kampanye,” terang Nyuwardi, Selasa (28/11/20230).
“Hanya saja, sampai sekarang belum ada peserta pemilu yang memiliki rencana kampanye," imbuh dia..
Tahapan kampanye akan berakhir 10 Februari. Dilanjutkan masa tenang 11-13 Februari dan coblosan 14 Februari.
"Mari bersama-sama menjalankan tahapan kampanye sesuai konstitusi atau rules of the game -nya. Masyarakat bisa turut mengawasi," tandasnya.
Sementara itu, pada hari pertama kampanye, Partai Gerindra Boyolali mengumpulkan komando desa.
Tim komando desa ini bertugas melakukan sosialisasi ke masyarakat.
Terpisah, Ketua DPC PDIP Boyolali Susetya Kusuma Dwi Hartanta masih fokus konsolidasi internal.
"Caleg-caleg (dari PDIP) door to door. Memaksimalkan konsolidasi dan mengampanyekan Capres-Cawapres Ganjar-Mahfud," jelasnya.
Terpisah, Ketua DPC Partai Gerindra Boyolali Sukardiyono menjelaskan, pihaknya membentuk Komando Desa untuk mengawal suara Gerindra.
"Prabowo ketika Pilpres selama dua kali, selalu di atas klasemen. Maka hari ini (Pilpres 2024) harus naik. Kunci suksesnya dengan memperoleh suara dengan Komando Desa yang terjun langsung ke masyarakat," urai dia. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono