RADARSOLO.COM - Awan panas guguran Gunung Merapi kembali terjadi pada Senin (4/12) pukul 17.13 WIB. Warga diminta untuk mewaspadai gangguan abu vulkanik.
Data dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta, awan panas guguran terjadi pukul 17.13, dengan arah selatan-barat daya atau Kali Boyong.
Tinggi kolom erupsi kurang lebih 500 meter di atas puncak dengan luncuran awan panas guguran condong ke barat daya. Arah angin saat ini berhembus ke utara.
BPPTKG mengimbau agar masyarakat mewaspadai gangguan akibat abu vulkanik. Selain itu, masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan.
"Saat ini seputar Pos Pengamatan Babadan terjadi hujan abu tipis dan disertai gerimis. #merapisiaga," tulis BPPTKG dalam media sosial X.
Terpisah, Sekretaris Desa (Sekdes) Tlogolele, Niegen Achtach membenarkan adanya erupsi dari awan panas guguran Gunung Merapi itu.
Dia mengatakan, kondisi di atas memang mendung. Namun, kondisi masyarakat masih aman dan tenang.
"Wilayah (Dusun) Tlogolele, Desa Stabelan masih aman terkendali," terangnya. (rgl/ria)
Editor : Syahaamah Fikria