RADARBOYOLALI.COM - Kondisi politik di Kota Susu masih diobok-obok. Setelah santer isu netralitas ASN, kini giliran video viral yang diduga sekretaris desa (Sekdes) Kenteng, Kecamatan Nogosari yang ramai diperbincangkan.
Video berdurasi 1 menit 32 detik itu menangkap perbincangan yang diduga Sekdes Kenteng tengah mengintimidasi warganya.
Video itu tersebar luas di media sosial X hingga instagram. Termasuk di akun instagram @boyolalikita.
Sekdes perempuan itu diduga menekan warganya untuk mengikuti kehendak politiknya dalam pemilu mendatang.
Dalam video tersebut, hanya memperlihatkan suasana perkumpulan ibu-ibu. Kemudian terdengar suara perempuan yang diduga sekdes Kenteng.
"Saiki lho buk kon tegak lurus angel men. Entuk PKH barang, entuk beras pendak sasi lho, angel men to kon tegak lurus we. Mbok iyo o rasah neko-neko, entuk duit 50 ewu wae kok neko-neko (Sekarang lho buk diminta tegak lurus susah amat. Padahal dapat PKH, dapat beras tiap bulan lho, susah amat diminta tegak lurus. Tolong gausah aneh-aneh, dapat uang Rp 50 ribu aja kok aneh-aneh,Red)," ujar suara perempuan itu.
"PKH ne tak cabut po piye? Ngomong o nggih sesuk tak cabut (PKH-nya saya cabut sajakah? Bilang iya besuk saya cabut,Red)," imbuhnya.
Dia juga menyinggung pembangunan jalan yang tidak melibatkan iuran warga. Dia juga menyentil berbagai bantuan yang diberikan pada masyarakat.
Bahkan, dia juga membandingkan orang yang suka dengannya lebih banyak daripada yang tidak suka.
Dia menekankan agar para penerima PKH tidak melakukan hal aneh dengan menghadiri pertemuan dari kubu lain.
Saat berkunjung ke kantor desa setempat, yang bersangkutan tidak berada di tempatnya. Di kantor desa itu hanya ada perangkat desa dengan Kaur umum dan perencanaan yang menemui.
Namun, yang bersangkutan enggan disebut namanya. Perangkat desa itu enggan menyebut identitasnya dan menyatakan tak mau menjawab mengenai keberadaan sekdes tersebut. (rgl)
Editor : Damianus Bram