RADARBOYOLALI.COM- Warga Dusun Klepu, Desa Brajan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali jengah dengan pencemaran anak Kali Pepe.
Permasalahan tersebut akhirnya terbongkar. Mulyadi, warga Desa Brajan mendapati mobil pikap membawa drum.
Drum yang ternyata berisi limbah bahan beracun berbahaya (B3) kemudian dituang di
di underpass tol Dusun Klepu sisi barat, Selasa (12/12/2023).
Ada tiga drum limbah B3 dibuang di lokasi itu. Setelah ditegur, dua orang yang mengangkut drum menggunakan pikap berpindah tempat.
Warga kemudian berinisiatif mengikutinya. Tak disangka, mereka mengulangi perbuatannya di sisi timuyr underpass tol Dusun Klepu.
"Ada tujuh drum (limbah B3) kapasitas 200 liter per drum. Sudah dibuang tiga tangki. Infonya dari pembuang, masih ada 16 tangki lagi di gudang. Ini kan meresahkan," ujar Kepala Desa Brajan Siswanto.
Menurut Siswanto, pada dua tahun silam, pembuangan limbah B3 juga terjadi di anak kali Pepe. Dilakukan tengah malam.
Dampaknya, tanah pertanian mengeras, dan tanaman padi mengering. Bahkan ikan-ikan di Kali Pepe Mati.
"Dulu sudah kami laporkan, cuma bagaimana hasilnya nggak tahu. Ini terulang lagi meski volumenya kecil. Tapi efeknya luar biasa,” terang kades Brajan.
Pengakuan Yoga Adi Pamungkas, salah seorang pelaku pembuangan limbah B3, dia diminta membuang limbah B3 oleh perajin asal Kecamatan Teras berinisial S.
"Saya nggak tahu apa isinya. Disuruh buang saja. Saya dibayar Rp 400 ribu," terang Yoga.
Dengan bayaran Rp 400 ribu itu, Yoga harus membuang limbah B3 sebanyak 21 drum. Pada Selasa (12/12/2023), Yoga mengangkut tujuh drum pertama. Tiga di antaranya sudah dibuang di aliran Kali Pepe.
Yoga mengajak satu temannya, Widodo untuk membantu membuang limbah B3. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono