RADARBOYOLALI.COM- Memasuki tahun politik, Dusun Tumang, Desa/Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali menjadi lebih sering dikunjungi elite politik.
Mulai dari Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Cawapres Gibran Rakabuming Raka, dan terbaru Ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep.
Dari sentra kerajinan tembaga ini, para elite politik memaparkan visi misinya. Berusaha menyejahterakan seluruh elemen masyarakat.
Kaesang Pangarep ditemani Erina Gudono, istrinya, tiba di sentra kerajinan tembaga Muda Tama Galeri, Dusun Tumang, Desa/Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali sekira pukul 12.12.
Turut hadir pasangan suami istri Giring Ganesha dan Cynthia Riza yang menjadi anggota Dewan Pembina PSI.
"Izinkan saya memperkenalkan diri dulu, nama saya Kaesang Pangarep, saya bukan Mas Gibran, saya bukan Cawapres nggih,” ujarnya menyapa simpatisan di Joglo Lencoh, Kecamatan Selo.
“Kulo naming (hanya) ketua umum partai, sing penting sak jos e. Bapak-bapak dan ibu-ibu semua, jangan lupa ya nanti ditanggal 14 Februari datang ke TPS,” ajaknya.
“Kulo mboten ngajak nyoblos Pak Prabowo dan Mas Gibran. Balik lagi ke hati nurani bapak ibu semua ke mana. Monggo mboten nopo-nopo. Bade nyoblos Pak Anis nggih monggo, bade nyoblos Pak Ganjar nggih monggo, bade nyoblos Pak Prabowo nggih mboten nopo-nopo," beber Kaesang.
Diungkapkan Kaesang, ayahnya, Presiden Jokowi memiliki sebuah villah di Desa Samiran.
Dia menyerahkan kunci villa pada DPD PSI Boyolali sebagai sekretariat tim pemenangan PSI dan Capres-Cawapres Prabowo-Gibran.
"Tapi tolong dirawat ya, niku dalem ipun (Rumahnya) Pak Presiden. Janji nggih (Merawat), kuncinya sudah saya bawa, nanti saya titipkan teman di sini, tapi tolong dirawat ya," imbuhnya.
Terkait target perolehan kursi di DPRD Kabupaten Boyolali, Kaesang tidak menarget banyak.
"Ya, bisa dapat satu kursi, dua kursi, Alhamdulillah," ucapnya.
Sekretaris Dewan Pembina (Sekwanbin) DPP PSI, Raja Juli Antoni mengatakan optimistis bisa mendongkrak kursi PSI di Jawa Tengah.
"Insya Allah Jawa Tengah akan menjadi “kebun mawar”. Kiat-kiatnya rahasia dong. Minimal kami tiga kursi di Boyolali," terangnya. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono