Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Waspadai Guguran Lava dan Awan Panas Gunung Merapi pada Sektor Selatan-Barat Daya

Tri wahyu Cahyono • Senin, 25 Desember 2023 | 18:18 WIB
Petani di kawasan Gunung Merapi Kabupaten Boyolali mencuci tomat yang terdampak abu vulkanis belum lama ini.
Petani di kawasan Gunung Merapi Kabupaten Boyolali mencuci tomat yang terdampak abu vulkanis belum lama ini.

RADARBOYOLALI.COM-Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi. Laporan MAGMA-VAR (Volcanic Activity Report) Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Kementerian ESDM menyebutkan, telah terjadi sepuluh kali guguran lava.

Masing-masing teramati empat kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.

Dan enam kali guguran lava ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 1.300 meter.

“'Terdengar dua kali suara guguran dengan intensitas kecil hingga sedang dari Pos Babadan,'' tulis laporan yang disusun petugas Susanta.

Laporan tersebut disusun atas pengamatan Gunung Merapi pada periode 22 Desember 2023 pukul 00.00-24.00.

Pengamatan meteorologi di seputar Merapi: cuaca cerah, berawan, dan mendung. Angin bertiup tenang ke arah barat, dan timur. Suhu udara 16-29 °C, kelembaban udara 60-94 persen, dan tekanan udara 838.5-918.8 mmHg.

Pengamatan visual Gunung Merapi: gunung terlihat jelas, kabut 0-II, dan kabut 0-III. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 10-100 m di atas puncak kawah.

Terjadi kegempaan guguran (Jumlah: 82, Amplitudo: 3-23 mm, Durasi: 36.76-183.76 detik)

Kegempaan hybrid/fase banyak (Jumlah: 2, Amplitudo: 3-4 mm, S-P: 0.3 detik, Durasi: 7.84-8.04 detik). Kegempaan tektonik jauh (Jumlah: 1, Amplitudo: 3 mm, S-P: tidak terbaca, Durasi: 91.24 detik). Sedangkan tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (Siaga).

BPPTKG merekomendasikan bahwa potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya.

Meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Sungai Krasak, dan Sungai Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanis bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

“Masyarakat jangan melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Tetap mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi,” tulisnya dalam rilis. (rgl/bun)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#potensi bahaya #aktivitas vulkanik #gunung merapi