RADARBOYOLALI.COM-Kecamatan Musuk merupakan penghasil bunga mawar yang cukup besar. Tapi selama ini hanya laris saat sadranan untuk bunga tabur.
Hal tersebut mendorong tim teknis Program Penguatan Pemerintah dan Pembangunan desa (P3PD) Kemendes menggelar pelatihan olahan pangan mawar.
Menggandeng Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU.
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari kader-kader desa yang tergabung dalam tim sekolah lapang inklusif Desa Kembangsari, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali.
Sumarno, narasumber dari UMKM Dewi Mawar mengatakan, mawar bisa diolah menjadi makanan. Dibantu sang istri, Sumarno mempraktikan langsung pengolahannya.
Mulai dari memilah bunga mawar untuk dijadikan keripik mawar. Termasuk cara pengeringan dan pengemasan yang higienis.
“Materi lainnya yakni pembuatan teh mawar,” ujar Sumarno.
Koordinator P3PD Kemendes Wilayah Boyolali Fajar Novi menjelaskan, pelatihan tersebut untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan sistem akuntabilitas sosial di desa.
"Wawasan warga tentang manfaat bunga mawar bagi kesehatan dan kecantikan juga bertambah. Sekaligus meningkatkan nilai jual bunga mawar dengan mengolah menjadi produk turunan," ujarnya.
Sriwarno, Kades Kembangsari mengapresiasi kegiatan tersebut. Mengingat produksi bunga mawar melimpah.
“Diharapkan memberi manfaat ekonomi kepada masyarakat. Kalau bisa malah jadi produk unggulan," terang dia. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono