RADARBOYOLALI.COM- Tol Semarang-Solo yang melintasi Kabupaten Boyolali memiliki kontur jalan menurun. Kondisi tersebut menuntut pengendara ekstrahati-hati. Lengah sedikit saja, bisa fatal.
Catatan Satlantas Polres Boyolali, selama setahun terakhir, 21 orang meregang nyawa di tol Semarang-Solo akibat kecelakaan.
Diketahui, Kabupaten Boyolali dilewati dua ruas tol Trans Jawa, yakni arah Semarang-Solo yang dikelola Trans Marga Jateng (TMJ), dan ruas Solo-Ngawi dikelola oleh Jasamarga Solo-Ngawi (JSN).
Kasatlantas Polres Boyolali AKP Agista Ryan Mulyanto melalui Kanit Gakkum Ipda Budi Purnomo menjelaskan, dari Januari-akhir Desember 2023, tercatat 23 kasus kecelakaan di jalan tol.
Rinciannya, 17 kasus di tol Semarang-Solo kilometer (KM) 472-KM 492. Kemudian enam kasus kecelakaan di ruas tol Solo-Ngawi KM 492-KM 503.
Semua korban meninggal terjadi di jalur A atau arah Semarang-Solo.
"Jumlah korban meninggal 21 orang, luka berat lima orang, dan luka ringan 44 orang," jelas Budi Purnomo, Selasa (26/12/2023).
Satlantas Polres Boyolali mencatat jam-jam rawan berdasarkan data 23 kasus kecelakaan di tol, yakni antara pukul 00.00-06.00.
Rinciannya, sembilan kasus kecelakaan terjadi pada pukul 06.00-12.00. Empat kasus pada pukul 12.00-18.00, dan paling sedikit pada pukul 18.00-24.00.
Adapun lokasi yang paling sering terjadi kecelakaan yakni di KM 485- KM 490. Selama satu tahun terakhir, di lokasi tersebut terjadi enam kali kecelakaan.
Sedangkan di KM 500- KM 505, tercatat dua kasus kecelakaan. Berikutnya dari KM 471- KM 475 ada tiga kasus kecelakaan.
Dari KM 475- KM 480 tercatat empat kali kecelakaan. Lalu di KM 480-KM 485 ada tiga kasus kecelakaan, dan di KM 495-KM 500 terjadi empat kasus kecelakaan.
Berkaca dari kejadian tersebut, Satlantas Polres Boyolali mengimbau pengguna jalan tol meningkatkan kehati-hatian.
"Jaga jarak aman, mematuhi tata cara mendahului kendaraan yang aman. Patuhi batas kecepatan. Kalau pun terjadi hal yang tak diinginkan, dampaknya tidak sampai fatal," ungkap Budi Purnomo. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono