Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Keluarga Korban Penganiayaan Pilih Kembalikan Bingkisan dari TNI dan Tuntut Proses Hukum Sampai Tuntas

Ragil Listiyo • Minggu, 31 Desember 2023 | 19:08 WIB
TUNTUT PROSES HUKUM: Perwakilan keluarga korban penganiayaan yang dilakukan oknum TNI berniat mengembalikan bingkisan dari pihak TNI untuk korban penganiayaan, Minggu (31/12).
TUNTUT PROSES HUKUM: Perwakilan keluarga korban penganiayaan yang dilakukan oknum TNI berniat mengembalikan bingkisan dari pihak TNI untuk korban penganiayaan, Minggu (31/12).

RADARBOYOLALI.COM - Sebanyak dua relawan Ganjar-Mahfud yang menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oknum TNI Kompi B Yonif Raider 408/Suhbrastha masih menjalani rawat inap di RS Pandan Arang.

Atas kejadian tersebut, keluarga korban mengembalikan buah tangan dari perwakilan TNI yang diberikan saat mengunjungi korban di rumah sakit dan menuntut agar oknum TNI itu diproses hukum.

Kejadian penganiayaan itu terjadi di depan Markas Kompi B Yonif 408/ Suhbrastha di jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pulisen, Boyolali Kota pada Sabtu (30/12) siang.

Ada tujuh korban yang merupakan relawan Ganjar -Mahfud. Sedangkan pelaku berjumlah 15 orang merupakan oknum TNI Kompi B Yonif Raider 408/Suhbrastha.

Perwakilan keluarga dari korban, Dwiatno mengatakan keluarganya, Arif menjadi salah satu korban penganiayaan yang dilakukan oleh oknum TNI anggota Kompi B Yonif 408 Suhbastra.

Saat itu korban hendak pulang ke rumahnya di Kecamatan Cepogo, setelah ikut kampanye penyambutan Ganjar Pranowo.

Pasca penganiayaan itu, Arif harus menjalani perawatan di RS Pandan Arang. Karena mengalami luka disekujur tubuhnya.

Meski dalam keadaan sadar, namun, korban susah untuk beraktifitas bahkan hanya untuk melihat.

Saat menjalani perawatan itu, perwakilan TNI datang ke rumah sakit dan memberikan bingkisan. Hanya saja, keluarga masih belum bisa menerima.

"Mau mengembalikan bingkisan, karena dari pihak keluarga tidak mau menerima bingkisan dari TNI. Keluarga meminta agar diproses hukum sampai tuntas," tegasnya.

Di sisi lain, Arif merupakan relawan Ganjar-Mahfud yang baru pertama kali mengikuti kampanye.

Apesnya, dia justru menjadi salah satu korban penganiayaan oknum TNI dan harus menjadi rawat inap hingga sekarang.

"Ya kami harap, bisa segera sembuh. Dan kejadian ini tidak terulang lagi," tandasnya. (rgl)

Editor : Damianus Bram
#tni #Yonif Raider 408/Suhbrastha #ganjar pranowo #penganiayaan #Mahfud #relawan