RADARBOYOLALI.COM - Kejadian penganiayaan yang dilakukan 15 oknum TNI dari Kompi B Yonif Raider 408 Suhbrastha pada relawan Ganjar-Mahfud menjadi sorotan publik.
Pasalnya, kejadian tersebut bertepatan dengan momentum kampanye Pilpres 2024 yang mendatangkan capres, Ganjar Pranowo.
Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo menegaskan posisi TNI netral dalam pilpres 2024.
Hal itu ditegaskannya bersama dengan Danyonif 408 Suhbrastha Letkol Inf Slamet Hardianto dalam konferensi pers di Makodim 0724 Boyolali pada Minggu (31/12) pagi.
"Sampai dengan saat ini TNI tetap menjunjung tinggi dan memegang teguh komitmen netralitas yang diamanatkan oleh undang-undang. Saya memegang buku pedoman netralitas TNI yang dipegang oleh seluruh prajurit TNI, khususnya Angkatan Darat, sebagai pedoman bahwa kami tetap netral," tegas Dandim.
Dia lantas mengeluarkan buku saku netralitas dari saku bajunya. Dia menegaskan, sesuai perintah Panglima TNI dan KASAD, netralitas TNI sudah jelas.
Dia berpesan agar pihak-pihak luar tidak membuat opini di luar fakta. Sehingga menganggu kondusifitas dan harmoni khususnya di Boyolali.
"Kami berkomitmen, marilah kita sama-sama menjaga komitmen pemilu damai yang sudah kami gaungkan bersama dan komitmenkan bersama sampai Februari 2024," tandasnya. (rgl)
Editor : Damianus Bram