RADARBOYOLALI.COM- Berisiko tinggi. Itulah yang dihadapi personel pemadam kebakaran (damkar) dalam menjalankan tugasnya.
Bukan hanya saat memadamkan api, tapi juga saat menuju lokasi kejadian. Karena armada damkar dituntut untuk cepat tiba di TKP.
Seperti dialami Damkar Boyolali. Armada gajah merah selip dan terguling di pertigaan Ngangkruk, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Senin (1/1/2024) malam.
Mobil damkar sempat menabrak pembatas jalan di sisi kiri. Saat kejadian, armada Damkar Boyolali berpacu dengan waktu untuk jinakkan kebakaran di Desa Bangak, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali.
Kepala Satpol PP Boyolali Sunarno menerangkan, personel Damkar Boyolali menerima laporan kebakaran rumah di Dusun Jetis, Desa Bangak, Kecamatan Banyudono Senin pukul 22.25.
Satu tim damkar lantas meluncur ke lokasi kebakaran. Terdiri dari Mahendra Hita Nugraha, Agung Budi Nugroho dan Yunani.
Personel Damkar Boyolali bertolak menuju TKP di tengah guyuran hujan sekira pukul 22.30 menggunakan armada nomor polisi (nopol) AD 8041 XD.
Nahas, tiba di traffic light pertigaan Desa Ngangkruk, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, armada Damkar Boyolali selip. Kemudian menabrak pembatas jalan di sisi kiri.
“Akhirnya, armada Damkar Boyolali terguling," terang Sunarno, Selasa (2/1/2024).
Saat itu, tim dua Damkar Boyolali dari pos induk di Mojosongo dalam perjalanan ke lokasi yang sama.
Mereka mendapati armada Damkar Boyolali tim pertama sudah dalam keadaan terguling. Anggota tim kedua sempat berhenti. Memastikan rekannya dalam keadaan aman.
Akibat benturan cukup keras, tiga anggota damkar tim pertama mengalami luka-luka. Polisi dan tim medis segera meluncur ke lokasi kecelakaan untuk memberikan bantuan.
Setelah mendapatkan perawatan, tim damkar kedua bergegas ke lokasi kebakaran.
"Tiga anggota Damkar Boyolali yang terluka dievakuasi ke RS Pandan Arang. Setelah diobservasi dan pengobatan, anggota diizinkan pulang sekitar pukul 04.30," jelasnya.
Selain tiga anggota Damkar Boyolali terluka, kecelakaan tunggal tersebut menyebabkan armada damkar rusak cukup berat.
"Kerugian ditaksir antara Rp 70 juta sampai Rp 100 juta," ungkap Sunarno. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono