RADARSOLO.COM- Kontes sapi yang digelar Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) di pasar hewan Jelok, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, selalu ditunggu-tunggu.
Tercatat ratusan ekor sampi berbagai jenis dan kategori ikut berkompetisi. Kontes ini juga menemukan sapi kelas ektrem dengan bobot terberat 1,5 ton.
Sapi-sapi itu tampak gemuk. Setelah masuk kandangan timbangan dari besi, bobot sapi ditampilkan di layar monitor.
Salah satu yang terberat adalah sapi Bejo asal Blitar. Sapi berwarna cokelat itu memiliki bobot fantastis, 1.107 kilogram. Selesai ditimbang, panitia langsung mengecek kondisi gigi. Sah, sapi Bejo lolos kualifikasi kategori gigi poel dua.
Pemiliknya lantas menunggangi sapi itu di depan panggung. Ya, hingga Minggu (14/1/2024) siang, Bejo menjadi sapi terberat yang sudah ditimbang.
Baca Juga: Sudah Banyak Sumbang Medali, Lisa Rumbewas, Atlet Angkat Besi Asal Papua Tutup Usia
Kelas yang dilombakan, mulai dari pedet jantan, kelas khusus Kota Susu, Friesien Holstein (FH) atau perah sesuai ikon Kabupaten Boyolali.
Lalu kelas sapi pedet sampai bakalan penarakan ongole (PO); kelas non poel; kelas poel satu pasang, dua pasang dan tiga pasang.
"Kami buka tiga kelas ekstrem, yaitu kelas sapi PO ekstrem, kelas sapi PO atau brahman crossing. Kelas yang paling bergengsi, kelas ekstrim bebas atau kelas ekstrim campuran. Kategori ini yang berdasarkan berat dengan syarat semua sapi sehat dan tidak cacat," bebernya.
Masing-masing kelas akan diambil lima juara. Di kelas poel, dari lima juara, akan diambil satu sapi favorit berdasarkan kualitas sapi.
Selama lima kali kontes sapi, APPSI mencatatkan sejumlah sapi dengan bobot ekstrem. Di antaranya, sapi Bima Sakti dengan bobot 1,5 ton. Ada juga sapi juara di kontes Tulungagung yang berbobot 1.320 kilogram.
Baca Juga: Kronologi Dua Mobil Kembar Ringsek di Perempatan Ngarsopuro Kota Solo
"Untuk mendapat berat satu ton itu, biasanya (usia perawatan,Red) di atas dua tahun. Ya, memang kualitas bakalan (sapi) harus bagus, dan perawatannya juga harus bagus," tandasnya. h
Dhimas Nur Setiadi, peserta asal Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali mengatakan, dia membawa lima ekor sapinya untuk kontes. Mulai dari kelas pedet, bakalan, hingga poel dua.
"Kemarin dapat juara I poel satu pasang, sapi metal ini. Sekarang dapat juara tiga juga," ujar dia. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono