Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Diikuti Ratusan Peserta dari Pulau Jawa dan Sumatera, Kontes di Boyolali Ini Catatkan Rekor Bobot Sapi yang Fantastis

Ragil Listiyo • Minggu, 14 Januari 2024 | 23:35 WIB

Sapi peserta kontes di pasar hewan Jelok harus sehat. Event yang dipusatkan di Pasar hewan Jelok, Cepogo, Kabupaten Boyolali ini diikuti peserta dari Pulau Jawa hingga Sumatera.
Sapi peserta kontes di pasar hewan Jelok harus sehat. Event yang dipusatkan di Pasar hewan Jelok, Cepogo, Kabupaten Boyolali ini diikuti peserta dari Pulau Jawa hingga Sumatera.

RADARSOLO.COM- Kontes sapi yang digelar  Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) di pasar hewan Jelok, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, selalu ditunggu-tunggu.

Tercatat ratusan ekor sampi berbagai jenis dan kategori ikut berkompetisi. Kontes ini juga menemukan sapi kelas ektrem dengan bobot terberat 1,5 ton. 

Baca Juga: KA Pandalungan Anjlok di Sidoarjo, PT KAI Pastikan Tak Ada Korban Jiwa: untuk Penumpang Diantarkan dengan Bus ke Stasiun Tujuan
 
Pantauan radarsolo.com, ribuan warga menyemut di lokasi kontes sapi. Mereka mengelilingi lokasi penimbangan sapi. Satu per satu sapi kelas poel dua bergantian diarak.

Sapi-sapi itu tampak gemuk. Setelah masuk kandangan timbangan dari besi, bobot sapi ditampilkan di layar monitor. 

Salah satu yang terberat adalah sapi Bejo asal Blitar. Sapi berwarna cokelat itu memiliki bobot fantastis, 1.107 kilogram. Selesai ditimbang, panitia langsung mengecek kondisi gigi. Sah, sapi Bejo lolos kualifikasi kategori gigi poel dua.

Pemiliknya lantas menunggangi sapi itu di depan panggung. Ya, hingga Minggu (14/1/2024) siang, Bejo menjadi sapi terberat yang sudah ditimbang. 

 Ketua Panitia Kontes Sapi APPSI Boyolali dan Jateng Rizqi Amin mengatakan, kontes sapi ini diikuti peserta dari Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Ada sekitar 235 peserta menyemarakkan kontes yang digelar Sabtu-Minggu (13-14/1/2024). 

Baca Juga: Sudah Banyak Sumbang Medali, Lisa Rumbewas, Atlet Angkat Besi Asal Papua Tutup Usia

Kelas yang dilombakan, mulai dari pedet jantan, kelas khusus Kota Susu, Friesien Holstein (FH) atau perah sesuai ikon Kabupaten Boyolali.

Lalu kelas sapi pedet sampai bakalan penarakan ongole (PO); kelas non poel; kelas poel satu pasang, dua pasang dan tiga pasang. 

"Kami buka tiga kelas ekstrem, yaitu kelas sapi PO ekstrem, kelas sapi PO atau brahman crossing. Kelas yang paling bergengsi, kelas ekstrim bebas atau kelas ekstrim campuran. Kategori ini yang berdasarkan berat dengan syarat semua sapi sehat dan tidak cacat," bebernya. 

Masing-masing kelas akan diambil lima juara. Di kelas poel, dari lima juara, akan diambil satu sapi favorit berdasarkan kualitas sapi.

Selama lima kali kontes sapi, APPSI mencatatkan sejumlah sapi dengan bobot ekstrem. Di antaranya, sapi Bima Sakti dengan bobot 1,5 ton. Ada juga sapi juara di kontes Tulungagung yang berbobot 1.320 kilogram.

Baca Juga: Kronologi Dua Mobil Kembar Ringsek di Perempatan Ngarsopuro Kota Solo

"Untuk mendapat berat satu ton itu, biasanya (usia perawatan,Red) di atas dua tahun. Ya, memang kualitas bakalan (sapi) harus bagus, dan perawatannya juga harus bagus," tandasnya. h

Dhimas Nur Setiadi, peserta asal Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali mengatakan, dia membawa lima ekor sapinya untuk kontes. Mulai dari kelas pedet, bakalan, hingga poel dua.

 

"Kemarin dapat juara I poel satu pasang, sapi metal ini. Sekarang dapat juara tiga juga," ujar dia. (rgl/wa) 

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Boyolali #kontes #sapi #pasar jelok cepogo