RADARSOLO.COM - Korban perampokan asal Dusun Karangtalun RT 03 RW 01, Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Sri Mulyani, 66, mengaku masih syok.
Terlihat tangannya masih gemetaran ketika menceritakan kejadian yang menimpanya Senin (15/1) pagi.
Dimana setelah perhiasannya dilucuti oleh tiga orang tidak dikenal, dia diberi bungkungan tisu yang berisi kerikil dan uang Rp 50 ribu.
Perempuan parobaya itu melapor ke Polsek Cepogo ditemani anak perempuannya. Dia menjelaskan, perhiasan emas kalung dan gelang itu merupakan tabungannya.
Dia memiliki empat anak dan lima cucu. Perhiasan emas itu menjadi tabungannya. Tujuannya, jika sewaktu-waktu dibutuhkan anak-cucunya, bisa dijual.
"Itu (Perhiasan,Red) saya pakai karena ada hajatan tetangga semalam itu. Belum saya lepas, padahal biasanya tidak saya pakai. Ndelalah tadi, keburu beli sarapan, malah kejadian tadi," ungkapnya.
Dia dipaksa masuk mobil hitam dan dibawa ke daerah Kecamatan Ampel. Di dalam mobil itulah, dia mendapat penganiayaan dan ancaman.
Perhiasan gelang 17 karat seberat 51 gram senilai Rp 38,5 juta dan kalung emas 10 karat seberat 15,10 gram senilai Rp 6.493.000 dilucuti.
Kemudian sesaat sebelum diturunkan, dia diberi bungkusan putih oleh pelaku. "Diberi bungkusan putih," ujarnya.
Bungkusan putih tisu itu berisi empat kerikil dan uang tunai senilai Rp 50 ribu. Mulyani diminta menggenggamnya dengan erat.
Setelah menerima bungkusan itu, Mulayani ditendang keluar mobil di jalan Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, dekat Jalan Solo-Semarang.
Saat itu, kondisinya masih syok. Dia lantas meminta tolong pengendara yang kebetulan melintas di jalan itu.
"Mas, tolong saya mas, saya tadi dibawa mobil hitam. Keadaan saya masih syok, saya masih glangsaran (Tersungkur) di pinggir jalan," katanya.
Dari keterangan Polisi, korban sempat dibawa memutar. Yakni, lewat Desa Bakalan, menuju Jalan Solo-Semarang hingga akhirnya belok ke kiri dan menurunkan korban di perkebunan Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel.
Korban mengalami luka bengkak pada bagian dagu bawah pipi dan leher. Serta luka lecet pada kaki.
Sedangkan bungkusan tisu berisi empat kerikil yang tetap digenggam korban sampai rumah itu menjadi barang bukti polisi. (rgl/dam)
Editor : Damianus Bram