RADARSOLO.COM- Sebanyak 18 partai politik (parpol) peserta kampanye di Kabupaten Boyolali telah menyerahkan laporan awal dana kampanye (LADK)
"LADK sudah selesai. Sudah kami umumkan lewat website resmi KPU Boyolali maupun pengumuman yang ditempel di depan kantor kami. Publik bisa melihatnya," jelas Ketua KPU Boyolali Maya Yudayanti, Selasa (16/1/2024).
Laporan tersebut tertuang dalam pengumuman KPU Nomor 01/PL.01.7-Pu/3309/2024 tentang hasil penerimaan LADK peserta pemilu 2024.
Dalam LADK tersebut tertera jumlah saldo awal dana kampanye, nominal penerimaan uang dan pengeluaran, serta sisa saldonya.
Termasuk rincian penerimaan dana kampanye, apakah bentuk uang, barang dan jasa.
Merujuk saldo awal rekening khusus dana kampanye (RKDK), nominal paling sedikit yang Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) dengan saldo awal masing-masing Rp 50 ribu.
Kemudian Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Buruh, Partai Garda Republik Indonesia dan Partai Perindo saldo awal masing-masing Rp 100 ribu.
Untuk Partai Ummat memiliki saldo awal Rp 500 ribu dan belum ada pengeluaran.
Lalu, Partai Bulan Bintang (PBB) memiliki saldo awal Rp 550 ribu. Partai Gelora dan PDI Perjuangan memiliki saldo awal Rp 1 juta, serta PPP dengan saldo awal Rp 1,1 juta.
Sedangkan Partai Demokrat dan PKS saldo awal Rp 10 juta, Hanura Rp 10,1 juta, Partai Golkar Rp 20.124.000.
Adapun dana kampanye terbesar dikantongi PAN senilai Rp 91.144.950. PAN juga mendapat sumbangan dana kampanye dalam bentuk jasa senilai Rp 11.064.514.
Selain itu, ada lima parpol yang belum mengeluarkan uang RKDK. Yakni, Partai Gerindra, Partai Buruh, PKN, Partai Garuda dan Partai Ummat.
Untuk penerimaan dana kampanye dalam bentuk jasa didominasi PDIP senilai Rp 851,5 juta.
Sedangkan PKS, dana kampanye dalam bentuk barang mencapai Rp 112,5 juta dan dalam bentuk jasa Rp 103 juta.
PKS juga mendapat penerimaan dana kampanye dalam bentuk jasa senilai Rp 36.317.000. Untuk Partai Golkar hanya menerima dana kampanye dalam bentuk uang. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono