Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Hebat! 3.443 Warga Desa Karanganyar Boyolali Berhasil Mandiri Air, Bangun 1 Sumur Artesis Tiap Tahun selama 13 Tahun

Ragil Listiyo • Minggu, 21 Januari 2024 | 01:05 WIB
Air mengalir dari sumur dalam artesis di Desa Karanganyar, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali.
Air mengalir dari sumur dalam artesis di Desa Karanganyar, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali.

RADARSOLO.COM - Program swadaya air di Desa Karanganyar, Kecamatan Tamansari, Boyolali jadi wujud keberhasilan membangun desa.

Program sumur artesis yang dijalankan sejak 13 tahun lalu itu berhasil menuntaskan masalah kekeringan.

Maklum, desa yang terletak di lereng Gunung Merapi ini sering jadi langganan kekeringan tiap musim kemarau melanda.

Manfaat yang dirasakan warga Desa Karanganyar dari program swadaya air lewat sumur artesis cukup besar.

Kepala Desa (Kades) Karanganyar Maryono menjelaskan, program ini menyediakan 12 unit sumur artesis.

Setelah sumber air terpenuhi, pemerintah desa (pemdes) setempat juga membuatkan instalasi air hingga ke rumah warga.

“Sambungan rumah sudah 100 persen. Ada satu pamsimas, lainnya itu penggabungan swadaya dengan desa. Anggarannya dari desa. Terakhir dapat bantuan dari pak gubernur Ganjar Pranowo dan sudah dioperasikan,” kata Maryono.

Suplai air dari belasan sumur artesis itu bisa mengkaver 1.242 kepala keluarga (KK) atau total 3.443 jiwa.

Maryono mengaku, satu sumur bisa mengaliri beberapa RT. Selain itu, debit airnya cukup deras dan mencukupi.

“Swadaya pengadaan sumur ini sudah dirintis sejak 13 tahun lalu. Kami tiap tahun membuat sumur satu-satu, dananya dari desa," ucap dia.

Kedalaman sumur-sumur tersebut bervariasi. Paling dalam sampai 223 meter, sedangkan paling dangkal 85 meter.

Selain swadaya, anggaran pembuatan sumur juga berasal dari dana desa.

Sementara perawatannya diambilkan dari iuran pembayaran penggunaan air.

Tiap KK cukup membayar Rp 5 ribu-Rp 6 ribu per kubik air.

“Mayoritas masyarakat di sini petani dan peternak. Soal air pasti aman dan bersih. Bahkan satu-satunya desa di Kecamatan Musuk dan Tamansari yang airnya paling aman, ya di sini,” ujar Maryono.

Selain belasan sumur artesis, Desa Karanganyar juga ditopang dua buah embung.

Satu embung terletak di Dusun Tagung. Luasnya mencapai 3.000 meter persegi.

Dibangun pada 2017-2018 dengan anggaran dari Pemkab Boyolali.

Kemudian, satu embung lainnya di Dusun Duren.

Luasnya 1 hektare. Dibangun pada 2009.

Air dari dua embung itu dimanfaatkan khusus untuk pertanian. Termasuk perkebunan durian dan palawija.

“Kami manfaatkan airnya untuk penyiraman tanaman muda saat kemarau. Biasanya untuk tanaman pepaya,” bebernya. (rgl/fer/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#Boyolali #Desa Karanganyar #Dana Desa #sumur artesis #kekeringan #air