RADARSOLO.COM - Masih ingat sampah rumpun bambu yang menumpuk di jembatan Dusun Kauman, Desa Jipangan, Kecamatan Banyudono?
Sampah bambu, kayu bercampur plastik rumah tangga itu belum dibersihkan. Akibatnya, terjadi banjir luapan pada Kamis (25/1) siang.
Banjir luapan itu terjadi lantaran dua jembatan di Dusun Kauman, Desa Jipangan tersumbat sampah.
Sampah rumpun bambu bercampur plastik rumah tangga itu sudah menumpuk sejak pertengahan Januari. Air yang mengalir juga tidak lancar. Menyebabkan banjir luapan pada Kamis siang.
"Jam 14.00-an itu mulai meluap sampai atas jembatan, meluber ke jalan. Ini ketiga kalinya banjir luapan begini karena tersumbat," ujar warga Dusun Kauman, Desa Jipangan, Suwarni saat ditemui di lokasi.
Kepada Jawa Pos Radar Solo, Suwarni juga menunjukan batas banjir luapan yang mencapai ketinggian lima meter dari dasar sungai.
Berdasarkan pantauan di lokasi, banyak warga batal melintas di jembatan tersebut.
Bahkan, tampak sejumlah warga yang juga membersihkan bambu, kayu dan plastik yang tersangkut di jembatan tersebut.
Tumpukan sampah juga menyumbat di jembatan sisi timur dusun setempat. Bahkan banyak warga yang menonton dan berusaha menarik sampah-sampah itu. Agar laju air bisa lancar.
"Ya kalau dibersihkan manual tiga hari baru selesai. Semoga bisa dibantu untuk pembersihan dengan alat berat," imbuhnya.
Sebelumnya, salah satu relawan Kecamatan Banyudono, Parjono,48, menerangkan air banjir pada 16 Januari lalu membawa sampah batang bambu, kayu, dan plastik rumah tangga. Ada dua titik sumbatan sampah di Dusun Kauman.
"Perkiraan sekitar 10 kubik -an (Sampah) ada. Khawatirnya, nanti kan sewaktu-waktu banjir lagi kan ini jembatan bisa roboh. Kan gak kuat menahan debit airnya dan sampahnya," ungkapnya. (rgl)
Editor : Damianus Bram