Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Terdengar 'Dor' 8 Kali, Anggota Brigade Umar bin Khattab Tak Sadar Yuda Tertembak saat Bentrok Bubarkan Sabung Ayam

Ragil Listiyo • Minggu, 28 Januari 2024 | 02:31 WIB
Karangan bunga duka cita dari Brigade Umar bin Khattab di rumah keluarga Yuda di Dusun Bulakan, Desa Bendan, Banyudono, Boyolali, Sabtu (27/1).
Karangan bunga duka cita dari Brigade Umar bin Khattab di rumah keluarga Yuda di Dusun Bulakan, Desa Bendan, Banyudono, Boyolali, Sabtu (27/1).

RADARSOLO.COM - Terdengar delapan kali suara tembakan saat insiden penembakan di lokasi judi sabung ayam di Tohudan, Colomadu, Karanganyar, Jumat (26/1) malam.

Hal itu diungkapkan Ketua Brigade Umar bin Khattab, Sulistyo Budi menyebut.

Penembakan oleh orang tak dikenal terjadi saat anggota ormas Islam itu hendak membubarkan judi sabung ayam di Tohudan, Colomadu.

Sulistyo mengatakan, saat penggebrekan itu terjadi bentrok. Dan, terdengar tembakan.

"Ada suara tembakan, kalau salah delapan kali," ujar dia di rumah duka Dusun Bulakan, Desa Bendan, Banyudono, Boyolali, Sabtu (27/1).

Ada dua anggota Brigade Umar bin Khattab yang jadi korban penembakan. Yakni Kipli dan Yuda Bagus Setiawan.

Sulistyo mengungkapkan, Kipli terkena tembakan di kakinya.

Para anggota ormas Islam pun langsung fokus mengevakuasi Kipli.

Sehingga tidak menyadari jika Yuda tertinggal dan juga terkena tembakan.

"Mas Yuda itu kayaknya ketinggalan. Ketika Mas Kipli kena dua tembakan, kita fokus ke Mas Kipli. Kita bawa pulang, terus kita bubar," papar dia.

"Sampai di rumah, kita cek masih kurang satu. Ternyata Mas Yuda. Kita cek, informasi sudah terkapar. Sudah meninggal di TKP," lanjut dia. 

Sulistyo menerangkan, Yuda mengalami luka tembakan pada dada.

Hanya saja, pihaknya juga belum bisa melihat hasil visum.

Sedangkan Kipli mengalami dua luka tembak di kaki, dan sempat dirawat di klinik daerah Boyolali.

"Saya datang ke lokasi sana sudah porak poranda," imbuhnya.

Terkait kasus penembakan ini, dia menuntut agar diusut secara tuntas.

"Supremasi hukum harus dijalankan. Yang membunuh harus ketemu dan harus dihukum seberat-beratnya," tegas dia.

Ada tiga hal yang disorot Sulistyo dalam kasus itu.

Pertama, soal pembunuhan terhadap Yuda.

Kedua, terkait kasus kepemilikan senjata api (senpi).

"Ketiga, perjudiannya. Ini harus diusut tuntas," ucap dia.

Mertua korban, Suryanto, mengatakan, korban tinggal di Dusun Bulakan, Desa Bendan baru sekira dua minggu.

Korban juga merencanakan untuk berkeliling dan berkenalan dengan tetangga pada minggu depan.

Naas, Suryanto justru mendapat kabar soal kematian korban pada Sabtu (27/1) waktu Subuh.

Namun, dia tidak tahu penyebab kematian sang menantu.

"Saya dibel (ditelepon) anak saya yang di Cirebon, kalau Yuda meninggal di Colomadu. Tapi karena apa, anak saya mengaku tidak dapat informasi," terangnya. (rgl/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#ormas islam #colomadu #tembakan #penembakan #brigade umar bin khattab #sabung ayam