Datang ke SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, Ini Pesan Anggota DPR RI Mohammad Hatta kepada Pemilih Pemula

Ragil Listiyo • Dipublikasikan Rabu, 7 Februari 2024 | 00:36 WIB
Anggota DPR RI Mohammad Hatta berinteraksi dengan siswa SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, Selasa (6/2/2024).
Anggota DPR RI Mohammad Hatta berinteraksi dengan siswa SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, Selasa (6/2/2024).

RADARBOYOLALI.COM- Partisipasi masyarakat, khususnya yang telah memiliki hak pilih, sangat menentukan kesuksesan Pemilu 2024. Termasuk peran serta pemilih pemula.

Turut mendukung kelancaran Pemilu 2024, anggota DPR RI Mohammad Hatta berkunjung ke SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, Selasa (6/2/2024).

Mohammad Hatta menjadi narasumber dalam pendidikan politik dan wawasan kebangsaan (Wasbang) untuk generasi milenial di aula sekolah setempat.

Dia berpesan agar para siswa melek politik dan menggunakan hak pilihnya, bagi siswa yang telah memenuhi syarat.

Kegiatan pendidikan politik dan wasbang diikuti ratusan siswa. Mereka berkumpul di aula tengah. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan. Bahkan berebut menjawab kuis yang diberikan oleh narasumber.

"Intinya kami jelaskan pada anak didik bahwasannya DPR itu harus memiliki visi dan misi sebelum mencalonkan diri," ujar Hatta.

"Sehingga ketika nanti terpilih, anggota DPR sudah memahami tugas dan kewajibannya. Nah itu kami berikan wacana, pengertian dan pemahaman kepada siswa supaya tidak apatis, khususnya dalam pemilu 2024," imbuhnya.

Hatta mendorong para siswa menggunakan hak pilihnya pada 14 Februari 2024, serta tidak apatis terhadap pilihan mereka.

Ada beberapa materi yang disampaikan Hatta. Pertama, soal usahanya sebagai anggota DPR RI yang memperjuangkan Undang-Undang tentang Desa.

Termasuk dalam alokasi Dana Desa (DD) senilai Rp 1 miliar per desa. Hatta menyebut ada sekitar 84 ribu desa yang mendapat dampak positif itu.

"Kami juga sampaikan, bagaimana memilih anggota legislatif, pilih yang sesuai visi dan misi. Setelah itu, kami jelaskan tentang beragam surat suara. Di TPS itu kan ada lima surat suara. Warna merah, kuning, hijau, abu-abu dan biru," tambahnya.

Ditambahkan Hatta, tidak sedikit para siswa yang menjadi pemilih pemula. Sebab itu, perlu edukasi dan pemahaman politik. Menilik, para siswa akan menjadi generasi penerus bangsa.

"Kalau mereka apatis, siapa yang meneruskan gerakan bangsa ini ke depan. Ini yang harus diingat, bahwa mereka calon pemimpin bangsa. Jangan sampai lalai dan justru melahirkan orang-orang yang tidak memiliki kepedulian terhadap bangsa," beber Hatta.

Sementara itu, Amanda Serfia Natalia, siswa kelas XII SMK Muhammadiyah 4 Boyolali menjadi pemilih pemula pada tahun ini. "Jadi kegiatan ini memberikan ilmu dan pengetahuan baru untuk cerdas memilih," terang dia.

Kepala SMK Muhammadiyah 4 Boyolali Suprap menuturkan, kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan politik dan wawasan kebangsaan.

Sekaligus memastikan siswa yang merupakan pemilih pemula tetap menggunakan hak pilihnya.

"Termasuk memastikan mereka (pemilih pemula) tidak golput. Karena hampir 35-40 persen siswa atau sekitar 350-an anak di SMK Muhammadiyah 4 sudah memiliki hak pilih. Kegiatan ini rutin kami lakukan untuk memberikan pengetahuan anak tentang wawasan politik," beber Suprap. (rgl/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
anggota dpr ri mohammad hatta sosialisasi pemilih pemula