RADARSOLO.COM-Tim SAR gabungan tak menyerah untuk menemukan Nyamat, 65, warga Dusun Kedunguter, Desa Bawu, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali.
Diketahui, Nyamat hilang di Sungai Serang, Desa Bawu, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali sejak Jumat (1/3/2024).
Pencarian pun diperluas hingga di tempuran Sungai Serang dengan Waduk Kedung Ombo (WKO).
Kejadian itu bermula saat Nyamat dan Rubiyem, 59, istrinya pergi ke sawah Jumat (1/3/2024) sekira pukul 15.00 untuk tanam cabai di ladangnya.
Untuk menuju ladang, pasutri ini mengendarai sepeda motor dan menyeberangi jembatan.
Ketika hendak pulang pukul 16.00, debit air Sungai Serang mulai meninggi.
Sebab itu, Nyamat meminta Rubiyem pulang dengan jalan kaki memutar arah melewati jembatan gantung penghubung Desa Klewor dan Bawu.
Rubiyem akhirnya tiba di rumah lebih dulu. Sementara itu, Nyamat tak kunjung datang.
Pihak keluarga kemudian mencari Nyamat hingga ke anak Kali Serang.
Tapi mereka hanya menemukan sepeda motor yang terparkir di tepi sungai.
Kejadian itu kemudian dilaporkan ke polisi dan tim SAR. Pencarian dilakukan sejak Jumat malam hingga Minggu (3/3/2024).
"Kami lakukan penyisiran dari titik datum (titik awal Nyamat diduga tenggelam) hingga jembatan gantung Bawu," jelas Kepala Pelaksana BPBD Boyolali Suratno, Minggu (3/3/2024).
Hasil penyisiran 1 kilometer ke arah utara, kondisi dasar sungai tidak rata dan banyak bebatuan besar.
Tidak ditemukan kedung dan kedalaman sungai ketika tidak hujan sekira 70 sentimeter.
Namun, jika hujan deras, kedalaman bisa mencapai 2 meter dengan kondisi arus deras.
Sedangkan kondisi sampai jembatan gantung Bawu, tekstur sungai berlumpur dan terdapat kedung. Terutama di sekitar Dusun Ngeban.
Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian terdiri dari BPBD Boyolali, SAR Klaten, dan SAR MTA Solo. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono