Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Mengenal Upwelling yang Sebabkan 20 Ton Ikan Nila Siap Panen di Waduk Cengklik Boyolali Mati Masal

Ragil Listiyo • Senin, 11 Maret 2024 | 22:47 WIB
Sebanyak 20 ton ikan di karamba Waduk Cengklik, Boyolali mati akibat fenomena upwelling.
Sebanyak 20 ton ikan di karamba Waduk Cengklik, Boyolali mati akibat fenomena upwelling.

RADARSOLO.COM- Setelah bertubi-tubi diterpa bencana hidrometereologi, kini muncul fenomena lain di Kabupaten Boyolali.

Puluhan ton ikan nila milik petani karamba di Waduk Cengklik Boyolali mati masal.

Bangkai-bangkai ikan menumpuk di tepi Waduk Cengklik yang ditumbuhi enceng gondok.

Keberadaan bangkai ikan di Waduk Cengklik menimbulkan bau tak sedap.

Bangkai ikan ada yang diwadahi karung maupun dibiarkan mengambang di Waduk Cengklik.

Kabid Perikanan Disnakan Boyolali Nurul Nugroho menjelaskan, puluhan ton ikan yang mati itu berasal dari 700 petak karamba miliki 60 petani.

Tersebar di Desa Sobokerto dan Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

Puluhan ton ikan yang mati di Waduk Cengklik disebabkan fenomena upwelling.

"Dimulai dari Sabtu (9/3/2024), cuacanya kurang bagus. Terjadi upwelling, Minggu (10/3/2024),” jelas Nurul, Senin (11/3/2024).

“Ikan yang mati lalu tenggelam. Baru muncul ke permukaan hari ini (Senin 11/3/2024),” imbuhnya.

Fenomena upwelling di Waduk Cengklik merupakan dampak cuaca buruk sejak Sabtu lalu.

Kondisi saat itu mendung, tidak ada angin maupun sinar matahari, lalu turun hujan.

Sehingga masa air di bawah yang mengandung amoniak dan racun naik ke permukaan.

Hal itu menyebabkan ikan di Waduk Cengklik keracunan dan mati masal.

Di karamba Desa Soberkto, kata Nurul, ikan nila seberat 20 ton mati.

Sedangkan ikan yang mati di Desa Ngargorejo masih dalam penghitungan.

Ikan nila yang mati juga terjadi Desa Senting, Kecamatan Sambi. Hanya saja tidak masuk kelompok petani ikan. Namun Pemkab Boyolali tetap melakukan pendataan.

"Rata-rata ikan nila yang mati sudah siap panen,” tutur Nurul.

Berkaca dari kejadian itu, Pemkab Boyolali meminta petani ikan menggeser karambanya yang lebih aman dari upwelling.

Kasat Pemeliharaan Waduk Cengklik Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) Bambang Murwanto menjelaskan, ikan-ikan yang mati dikumpulkan di tepi Waduk Cengklik.

Setelah terkumpul, akan dikubur. “Mau dibuatkan galian, terus mau ditimbun oleh teman-teman," jelasnya. (rgl/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Boyolali #Waduk Cengklik #Upwelling #Ikan Mati