Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

90 Persen Ikan Nila Siap Panen di Waduk Cengklik Boyolali Mati Dampak Upwelling, Kerugian Materinya Ngeri

Ragil Listiyo • Selasa, 12 Maret 2024 | 01:57 WIB
Ikan nila yang dipelihara di keramba jaring apung Waduk Cengklik mati akibat keracunan.
Ikan nila yang dipelihara di keramba jaring apung Waduk Cengklik mati akibat keracunan.

RADARSOLO.COM- Fenomena upwelling di Waduk Cengklik, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali menyebabkan kerugian materi yang tidak sedikit.

Hampir 90 persen ikan nila yang dipelihara di keramba jaring apung (KJA) Waduk Cengklik mati akibat keracunan.

Jumlah ikan nila yang mati di Waduk Cengklik terus bertambah.

Data terbaru, iklan nila yang mati di Waduk Cengklik mencapai 31 ton.

Kabid Perikanan Dinas Peternakan (Disnakan) Boyolali Nurul Nugroho mengatakan, kejadian upwelling bermula Sabtu (9/3/2024).

"Kondisi itu berlanjut Minggu (10/3/2024) hingga Senin (11/3/2024),” jelas Nurul, Senin (11/3/2024).

Seberat 31 ton ikan nila yang mati itu dipelihara oleh sejumlah petani ikan KJA.

Antara lain kelompok tani KJA Sumber Rejeki di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali.

Berikutnya kelompok tani KJA Tirto Panguripan dan kelompok tani KJA Ngudi Makmur Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Boyolali

"Kerugian materinya mencapai Rp 890 juta. Hampir 90 persen ikan nila siap panen mati,” terang Nurul.

Sebagian besar ikan-ikan yang mati sudah dikubur. Tersisa beberapa ikan mengambang di tengah waduk dekat KJA.

"Tinggal ikan yang kecil-kecil. Kami minta petani mengurangi pemberian pakan ikan sampai cuaca dan kondisi perairan membaik," pesan Nurul. (rgl/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Boyolali #kerugian #Waduk Cengklik #keracunan #Upwelling #Ikan Mati