RADARSOLO.COM- Serangan tikus di lahan persawahan Kabupaten Boyolali belum mereda sepenuhnya.
Hingga pertengahan Maret 2024, tanaman padi yang diganyang tikus mencapai seluas 57 hektare. Sebagian sudah terkendali.
Hanya saja, masih ada 254 hektare sawah yang masuk kategori waspada serangan hama.
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Boyolali, Joko Suhartono menjelaskan, serangan hama tikus terjadi di Kecamatan Nogosari dan Sawit.
Kecamatan Sawit terdapat lima desa dan di Kecamatan Nogosari tiga desa.
"Dampak serangan tikus terluas terjadi di Kecamatan Sawit, yaitu 44 hektare. Sisanya di Nogosari sudah terkendali," ungkap Joko, Senin (18/3/2024).
Sebelumnya, petani bersama pemerintah telah melakukan gropyokan di lima desa Kecamatan Sawit.
Dari 44 hektare lahan terdampak serangan tikus, lebih separonya sudah tertangani.
"Kewaspadaan serangan hama masih mengintai 254 hektare di Kecamatan Sawit dan Nogosari,” kata Joko
Rinciannya, di Desa Kragilan, Mojosongo seluas 22 hektare. Di Desa Gombang, Kateguhan, Bendosari, Jatirejo, dan Manjung di Kecamatan Sawit seluas 181 hektare.
Berikutnya di Desa Guli, Sembungan, Jeron Kecamatan Nogosari seluas 51 hektare.
Dispertan Boyolali juga mendapatkan bantuan rumah burung hantu (Rubuha). Burung hantu merupakan konservasi dan musuh alami bagi tikus.
"Bagi petani yang mengalami serangan tikus di atas 80 persen dan ikut asuransi usaha tani padi (AUTP), bisa mengajukan klaim asuransi," ucap Joko. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono