RADARSOLO.COM- Ramadan memang bulan berkah. Itu dirasakan para perajin tembaga Tumang, Desa/Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali.
Pantauan radarsolo.com di sentra kerajinan tembaga Tumang, sejumlah pekerja nampak jeli dan teliti membuat ukiran berpola huraf Arab pada lempengan tembaga.
Pascapandemi order produk kerajinan tembaga lesu. Tapi kini, para perajin kembali tersenyum.
"Mau Lebaran banyak yang cari. (Pesanan) ya lumayan meningkat. Sekitar 50 persen,” ujar Mamik Sri Ningsih, pemilik Galeri Nuansa Art, Senin (25/3/2024).
“(Pesanan) macam-macam. Kaligrafi banyak, lalu untuk suvenir lebaran, dan perlengkapan rumah,” imbuhnya.
Pemesan kerajinan tembaga tidak hanya dari Boyolali. Tapi juga kabupaten/kota lain di Solo Raya, Mojokerto, dan sebagainya.
Untuk memenuhi pesanan pelanggan, Mamik mempekerjakan 20 perajin.
Harga yang dibanderol bervariatif, yaitu dari Rp 750 ribu hingga Rp 4,5 juta.
Tergantung ukuran dan kerumuitan ukiran. “Biasanya H-7 (Lebaran) sudah dikirim ke pemesan,” jelas Mamik.
Owner Muda Tama Gallery Agus Susilo mengamini pesanan kerajinan tembaga naik 50 persen.
Pesanan yang diterima Agus berasal dari Jakarta. Digunakan untuk parcel dan hampers.
"Ada pesanan berbentuk pintu Kakbah. Ukurannya 140x140 sentimeter," kata Agus. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono