RADARSOLO.COM- Meskipun sepi pesanan, perajin rebana di Desa Bendan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, tetap ketiban rezeki.
Selama Ramadhan, mereka kebanjiran order servis rebana.
Janu Setiawan, perajin Rebana di Desa Bendan, Banyudono menjelaskan, di bulan Ramadhan, kegiatan sholawatan cenderung sepi.
Masyarakat lebih banyak membaca Alquran, sholat Tarawih, dan i’tikaf.
Sebab itu, selama masa rehat, rebana yang suaranya fals, bisa segera diservis.
“Majelis sholawat atau grup hadrah biasanya bawa (rebana) ke sini untuk diservis," ujar Janu, Minggu (31/3/2024).
Servis rebana bertujuan mengembalikan kualitas suara seperti baru lagi. Sehingga setelah Lebaran, rebana bisa dimainkan lagi dengan kondisi baik.
Untuk servis rebana, lanjut Janu, biasanya menggantik kulit rebana yang sudah kendor atau robek.
Ada juga yang meminta untuk dicat ulang. Namun, jumlahnya hanya sedikit.
"Mayoritas cuma ganti kulit rebana. Selama Ramadhan, sudah 200 rebana yang kami servis,” ungkap Janu.
Konsumen tersebut berasal dari wilayah Solo Raya, Magelang, Salatiga dan sekitarnya.
Untuk biaya servis rebana, Janu pasang banderol Rp 125 ribu - Rp 200 ribu per satu buah rebana.
Lebih lanjut diungkapkan Janu, pesanan pembuatan rebana akan naik pada Rabiul Awal.
"Permintaan rebana meningkat, servisnya turun," tandasnya. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono