RADARSOLO.COM - Kasus dugaan pembunuhan atlet marathon di Kampung Kebonso RT 002 RW 003, Kelurahan Pulisen, Kecamatan Boyolali, Bayu Handono, 36, masih dalam penyelidikan.
Korban ditemukan tewas bersimbah darah di dekat pintu dapur rumahnya.
Korban diketahui meninggal dunia setelah mengalami luka sayat di bagian leher.
Kapolres Boyolali AKBP Petrus Parningotan Silalahi melalui Kasi Humas AKP Arief Mudi mengatakan, pihaknya menerima laporan penemuan mayat dengan dugaan pembunuhan, Jumat (3/5) sekira pukul 21.00 WIB.
Malam itu juga, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Ada luka sayat di leher. Jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk keperluan otopsi," terang Aeif kepada Radarsolo.com, Sabtu (4/5).
Olah TKP kembali digelar pada Sabtu (4/5) siang. Jajaran Satreskrim Polres Boyolali melakukan penyelidikan lebih lanjut di lokasi penemuan mayat korban.
"Dugaan sementara korban meninggal dunia diakibatkan karena pembunuhan," ujar Arif.
Sementara untuk perkiraan waktu korban meninggal, belum bisa diketahui.
Karena masih dalam pengembangan terkait berapa hari perkiraan korban meninggal.
Di sisi lain, Arif menjelaskan, korban merupakan pengusaha kerajinan tembaga di Desa Cepogo.
Lebih lanjut, terkait kronologi penemuan korban, Arif mengatakan, bermula saat teman korban tidak bisa menghubungi selama beberapa hari.
Kemudian, teman itu mendatangi rumah korban di Kampung Kebonso.
Sampai di depan rumah korban, saksi memanggil tetangga sekitar dengan kondisi pekarangan rumah tertutup.
"Saksi melihat dari balik kaca jendela ada bercak darah di lantai dan melihat ada korban dalam posisi terbujur," papar Arif.
Selanjutnya, saksi melaporkan ke Polres Boyolali.
"Kami langsung melakukan olah TKP dan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut," tandasnya. (rgl/ria)
Editor : Syahaamah Fikria