RADARSOLO.COM - Nama Bayu Handono, 36, cukup berpengaruh di dunia running Kota Susu. Sebagai running enthusiast, dia sering malang-melintang di sejumlah perlombaan dan komunitas. Bahkan, dia ikut mendirikan dan mewadahi perkumpulan lari bagi warga Boyolali. Namanya Boyolali Runners.
Rekan Bayu sesama running enthusiast Toufik Heri menjelaskan, Boyolali Runners berdiri pada Januari 2018. Awalnya, generasi milenial yang sering lari di Alun-Alun Kidul Boyolali dibuatkan jadwal nge-track oleh Bayu.
“Setahu saya, waktu itu cuma berempat (inisiatornya). Mas Bayu (kapten pertama), Mas Himawan Yoga dan Mas Yusak (kapten kedua), serta Mas Adi (kapten ketiga),” ungkap Heri kepada Jawa Pos Radar Solo, Sabtu (4/5).
Bayu bersama ketiga orang tersebut lalu berinisiatif mendirikan Boyolali Runners. Pembentukan komunitas selain mewadahi lari bareng, juga bertujuan memudahkan koordinasi ketika ada event.
“Waktu itu komunitas lari belum banyak. Kebetulan almarhum Mas Bayu sudah aktif lari di komunitas luar Boyolali. Sudah ada pengalaman ikut event lari juga,” imbuh Heri.
Dari Boyolali Runners pula, nama Bayu kian berkibar di kancah running enthusiast Kota Susu. Apalagi di mata rekan-rekannya, Bayu merupakan sosok yang mudah bergaul. Tak jarang memberikan dukungan moril kepada para juniornya.
“Di antara anak-anak runners, almarhum paling sering kasih support. Meski kadang dia sendiri tidak ikut lomba. Beberapa teman kadang juga ada yang di-support apparel lari oleh almarhum,” beber Heri.
Sementara itu, Heri mengaku kaget mendegar kabar kematian Bayu. Diduga dibunuh di kediamannya di Kampung Kebonso, Kelurahan Pulisen, Boyolali, Jumat malam (3/5).
“Sempat tidak percaya mendengar kabar tersebut,” hematnya. (nis/fer)
Editor : fery ardi susanto