Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Warga Sragen Bawa Celurit Sejak dari Rumah untuk Habisi Atlet Sekaligus Pengusaha Tembaga Asal Boyolali

Ragil Listiyo • Minggu, 5 Mei 2024 | 18:19 WIB
Polisi saat olah TKP di rumah Bayu Handono di Kampung Kebonso, Kelurahan Pulisen, Kecamatan/Kabupaten Boyolali.
Polisi saat olah TKP di rumah Bayu Handono di Kampung Kebonso, Kelurahan Pulisen, Kecamatan/Kabupaten Boyolali.

RADARSOLO.COM- Satu per satu tabir yang menyelimuti dugaan pembunuhan terhadap atlet sekaligus pengusaha tembaga warga Dusun Kebonso, Kelurahan Pulisen, Kecamatan/Kabupaten Boyolali terungkap.

Bayu Handono, 36, yang selama ini aktif dalam bidang olahraga atletik dan berjiwa sosial tinggi itu diduga kuat dibunuh oleh IRW, 27.

IRW yang merupakan warga Dusun Sambirobyong, Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen diringkus Tim Resmob Polres Boyolali bersama Jatanras Polda Jateng di salah satu kantong parkir Terminal Tirtonasi, Kota Solo, Sabtu (4/5/2024) malam.

Sejumlah barang bukti disita dari tangan pria IRW. Yakni sepeda motor Honda PCX dan dompet milik Bayu Handono.

Sedangkan handphone Bayu Handono masih dalam pencarian polisi. Barang bukti lain yang diamankan polisi yakni sebilah celurit dan palu.

Kapolres Boyolali AKBP Petrus Parningotan Silalahi menjelaskan, celurit tersebut digunakan IRW untuk membacok Bayu Handono.

"Pelaku sudah mempersiapkan senjata tajam. Celurit tersebut dibawa (IRW) sejak dari rumahnya," terang Petrus, Minggu (5/5/2024).

Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Boyolali untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kasi Humas Polres Boyolali AKP Arief Mudi menuturkan, pihaknya menerima laporan penemuan mayat dengan dugaan pembunuhan, Jumat (3/5/2024) sekira pukul 21.00.

Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mendapati luka sayatan benda tajam pada leher Bayu Handono.

Bayu Handono merupakan pengusaha kerajinan tembaga di Desa/Kecamatan Cepogo, Boyolali.

Dia memiliki dua rumah, yakni di Dusun Tumang Gunungsari RT 001 Rw 0015, Desa/Kecamatan Cepogo yang sekaligus dijadikan tempat usaha.

Sedangkan setiap malam, Bayu Handono tidur di rumahnya di Kampung Kebonso, Kelurahan Pulisen, Kecamatan/Kabupaten Boyolali. (rgl/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#celurit #atlet #Boyolali #Bayu Handono #polres #sragen #pembunuhan #pengusaha tembaga