Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tingkatkan Cakupan Kepesertaan JKN di Boyolali, Ini Upaya yang Dilakukan BPJS Kesehatan Boyolali

Angga Purenda • Selasa, 14 Mei 2024 | 17:07 WIB
Kegiatan sosialisasi program Pesiar oleh BPJS Kesehatan Cabang Boyolali di Aula Kantor Dispermasdes Boyolali.
Kegiatan sosialisasi program Pesiar oleh BPJS Kesehatan Cabang Boyolali di Aula Kantor Dispermasdes Boyolali.

RADARSOLO.COM- BPJS Kesehatan Cabang Boyolali menggalakkan sosialisasi program Petakan, Sisir, Advokasi dan Registrasi (Pesiar) di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Klaten.

Diikuti tiga desa yang menjadi pilot project dari program tersebut.

Yakni Desa Kadipaten, Kecamatan Andong; Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak; dan Desa Randusari, Kecamatan Teras.

Materi disampaikan Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Ndaru Nugroho.

Bersama Kepala Bidang Bina Perencanaan dan Keuangan Desa Dispermasdes Kabupaten Boyolali Sucahyo Eko Basuki.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Deddy Febrianto menyampaikan, program tersebut dihadirkan untuk mengakselerasi proses rekrutmen peserta JKN.

Termasuk meningkatkan keterlibatkan aktif perangkat daerah dalam program JKN guna mencapai target capaian jumlah peserta aktif sebedar 98 persen dari jumlah penduduk.

“Melalui program tersebut, BPJS Kesehatan bersinergi dengan desa maupun kelurahan, serta Agen Pesiar melakukan advokasi," ujarnya, Selasa (14/5/2024).

"Memastikan masyarakat yang belum terlindungi program JKN untuk segera mendaftarkan dirinya dan keluarganya pada jaminan kesehatan sosial tersebut,” imbuh dia.

Lebih lanjut, Deddy menjelaskan, program Pesiar yang diinisiasi BPJS Kesehatan merupakan suatu kegiatan pemasaran sosial terencana dalam rangka rekrutmen peserta.

Termasuk meningkatkan cakupan kepesertaan JKN yang pelaksanaannya menggandeng pihak ketiga yang disebut dengan Agen Pesiar.

Agen Pesiar ditugaskan sesuai rekomendasi perangkat desa maupun kelurahan setempat.

Baca Juga: Jaga Mutu Layanan, BPJS Kesehatan Boyolali lakukan Koordinasi Penjaminan Manfaat Pelayanan Kesehatan Primer dengan FKTP

Mereka melakukan advokasi dan registrasi kepada warga di desanya masing-masing.Terutama yang belum terdaftar sebagai peserta JKN.

“Diharapkan keberadaan Agen Pesiar ini menjadikan masyarakat lebih cepat terdata dan terdaftar sebagai peserta JKN aktif. Harapannya dapat turut meningkatkan kualitas kesehatan warga desa sesuai SDGs Desa Sehat dan Sejahtera,” beber Deddy.

Deddy menekankan, tujuan dari Agen Pesiar yakni memetakan dan menyisir warga desa untuk mengetahui kepesertaan JKN.

Kemudian mengadvokasi dan melakukan registrasi bagi warga untuk menjadi peserta JKN agar tercapai desa Universal Helath Coverage (UHC) dan desa sehat sejahtera.

Menurutnya, dengan adanya Agen Pesiar itu, akan sangat membantu dalam penyelenggaraan program JKN.

Termasuk mendorong masyarakat untuk segera mendaftar menjadi peserta JKN. Harapannya ketika jatuh sakit, tidak perlu mengeluarkan biaya pelayanan kesehatan.

“Saya ucapnya terima kasih kepada kepala desa beserta perangkatnya atas dukungan aktif kepada program JKN. Khususnya tiga desa yang menjadi pilot project dari program Pesiar ini,” jelas Deddy.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Perencanaan dan Keuangan Desa Dispermasdes Kabupaten Boyolali Sucahyo Eko Basuki menjelaskan, cakupan kepesertaan JKN di Boyolali baru 95,5 persen, tetapi sudah UHC.

Sedangkan untuk target kepertaan JKN kedepannya yakni 98 persen.

“Dikarenakan sudah UHC, maka saat mendaftarkan menjadi peserta JKN tidak perlu menunggu keaktifan lagi. Jadi sudah bisa langsung digunakan. Tetapi sampai saat ini di Boyolali masih ada sekira 49 ribu orang yang belum terdaftar sebagai peserta JKN,” urainya.

Lebih lanjut Cahyo mengungkapkan, tiga desa diajukan sebagai sebagai pilot project ke Dispermasdes Boyolali untuk membantu meningkatkan cakupan kepesertaan.

Melalui pembentukan Agen Pesiar yang dibentuk oleh BPJS Kesehatan Cabang Boyolali.

“Dari BPJS nantinya memberikan data warga masing-masing desa yang belum terdaftar JKN. Sedangkan tugas dari Agen Pesiar memastikan dan mengadvokasi warganya agar bisa terdaftar sebagai peserta JKN,” tutur Cahyo.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Boyolali Gelar Monev Kapitasi Berbasis Kompetensi (KBK) Triwulan I Tahun 2024 untuk FKTP di Boyolali

Terkait siapa yang menjadi Agen Pesiar, menjadi kewenangan dari masing-masing kepala desa.

Mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat atau lainnya.

Harapannya dapat membantu menyisir hingga mendaftarkan warga sebagai peserta JKN. Hingga akhirnya mampu meningkatkan kepesertaan JKN di Boyolali. (ren/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#kepesertaan #pilot project #jkn #agen pesiar #BPJS Kesehatan Boyolali