RADARSOLO.COM-Nyaris tidak ada waktu bagi Bripka Marwanto untuk bersantai. Tanggung jawab sebagai Bhabinkamtibmas Desa Candi, Kecamatan Ampel, Boyolali menuntutnya lebih banyak berinteraksi dengan masyarakat.
"Saya memulai karir sejak 2000. Menjadi anggota Brimob. Lalu pada 2016, ditugaskan di Polres Boyolali," jelas Marwanto belum lama ini.
Di Polres Boyolali, Marwanto ditunjuk sebagai anggota Bhabinkamtibmas Polsek Ampel pada 2017.
Sejak saat itu hingga sekarang, Marwanto melakukan pembinaan dan penyuluhan Kamtibmas di desa binaannya.
Tugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Candi dilaksanakan Marwanto sepenuh hati.
Dia membuat sejumlah inovasi. Pada 2017, Marwanto menggulirkan program 1.000 gembok.
Tujuannya, meningkatkan keamanan sepeda motor petani yang diparkir di area persawahan dari incaran pelaku curanmor.
Tidak hanya urusan keamanan, Marwanto juga menjadi jujukan keluh kesah petani yang tanamannya diserang hama tikus.
Meskipun latar belakang Marwanto tak ada sangkut pautnya sama sekali dengan urusan hama, dia tetap memberikan solusi.
Marwanto kemudian mengajak petani membuat rumah burung hantu di persawahan. Ide tersebut disambut positif dan penuh semangat.
Dari urusan hama tikus, Marwanto masih sempat membina dan melindungi komunitas penyandang disabilitas di Kecamatan Ampel dan Gladagsari.
Dukungan yang diberikan berupa materi dan moril guna menyemangati difabel.
"Pendampingan dari Bripka Marwanto membuat kami semangat. Membantu dalam kemandirian dan melatih mental," terang Sardi, salah seorang teman difabel.
"Kami didorong memiliki keterampilan elektronik, menjahit, pengelasan, dan pembuatan sabun," lanjut dia.
Belum lelah, Bripka Marwanto turut menjadi penggerak menjaga kebersihan desa. Dia menginisiasi program pengangkutan sampah menggunakan truk. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono