RADARSOLO.COM–Harga beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di Boyolali naik.
Fenomena tersebut terjadi saat harga beras reguler turun harga.
Heni Nila Sari, pedagang bahan pokok di Pasar Boyolali menjelaskan, harga beras paling murah Rp 13 ribu per kilogram (kg).
Sedangkan beras medium sekira Rp 14 ribu-Rp 15 ribu per kg. Untuk beras kualitas premium Rp 17 ribu per kg.
Beras kemasan 5 kg merek Stroberi yang paling murah Rp 62 ribu.
Merek Lele, Gajah, dan Mentari yang berkualitas medium Rp 66 ribu-Rp 77 ribu per 5 kg.
Beras kualitas premium masih tinggi di harga Rp 80 ribu-Rp 83 ribu per 5 kg.
Menurut Heni, harga di atas mulai melandai dibanding sebelumnya.
"Malah harga beras SPHP dari pemerintah justru naik, dari Rp 54 ribu per 5 kg, menjadi Rp 58 ribu. Bahkan mungkin lebih. Apa penyebabnya, saya juga kurang tahu," ungkapnya.
Tapi yang jelas, lanjut Heni, beras SPHP yang sebelumnya jadi buruan, sekarang minat pembeli mulai menyusut.
Ketika Heni mendapatkan stok beras SPHP sebanyak 100 sak kemasan 5 kg, langsung ludes dalam dua hari.
Sekarang menjadi lebih lama habisnya. "Satu minggu belum tentu habis. Paling beli satu sak, itu pun hanya buat campuran," jelasnya.
Baca Juga: Stadion Pringgodani Wonogiri Segera Direvitalisasi, Intip Fasilitas yang Akan Dibangun
Heni berharap, pemerintah segera menstabilkan harga sembako.
Kondisi saat ini, harga sembako fluktuatif tinggi, sehingga harga beli masyarakat berkurang.
Konsumen yang biasanya beli per sak, kini lebih memilih eceran.
"Bahan pokok itu kenapa jadi seperti bal-balan, kaya sepak bola gitu. Jadi (harga) nggak standar seperti lainnya," tandasnya.
Laila, salah seorang konsumen asal Kelurahan Banaran, Boyolali mengeluh harga beras yang masih mahal.
"Segera diturunkan. Kasihan rakyat kecil seperti kami,” keluhnya. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono