RADARSOLO.COM–Hari Raya Idul Adha mendatangkan banyak rezeki bagi pedagang hewan kurban.
Permintaan hewan kurban dari Boyolali meningkat tajam.
Di balik itu semua, pandai besi di Pasar Pengging, Banyudono, Boyolali turut merasakan manisnya orderan pisau.
Permintaan beragam jenis pisau meningkat dibandingkan hari biasa.
Mulai dari pisau ukuran kecil hingga besar.
Pisau hasil tempaan pandai besi di Pasar Pengging memiliki fungsi beragam.
Seperti pisau berukuran kecil digunakan untuk menguliti daging hewan kurban.
Ada juga pisau khusus untuk menyembelih, mengiris daging maupun pembersihan jeroan.
Karno, pandai besi di Pasar Pengging mengatakan, pisau buatannya laris manis.
Belum sampai setengah hari, sudah ada puluhan pisau terjual.
"Jumlah pasti yang sudah terjual belum saya hitung. Tapi kalau 20 buah ya lebih," ungkapnya, Kamis (6/6/2024).
Saat menempa besi untuk dijadikan pisau, Karno dibantu istrinya.
Baca Juga: Penataan Stasiun Klaten Dimulai, 18 Bangunan Semi Permanen Dibongkar
Jelang Idul Adha, banyak konsumen yang membeli pisau baru.
Ada juga yang servis untuk mempertajam pisau.
Soal harga, pisau yang digunakan untuk menyembelih hewan kurban paling mahal. Mulai dari Rp 400 ribu – Rp 700 ribu.
Sedangkan pisau iris dan keletan untuk kulit dibanderol Rp 100 ribu - Rp 150 ribu.
Harga dari perajin memang lebih mahal dibanding di lapak. Lantaran kualitas pisaunya berbeda.
"Semua pisau saya bikin sendiri di rumah. Itu untuk menjamin kualitas. Bahannya juga dari baja semua,” ungkap Karno.
“Orang ndandakke (servis) juga banyak. Karena mau dipakai, jadi pisaunya dibawa ke sini biar tajam kembali," kata pandai besi asal Delanggu, Klaten ini.
Biaya servis pisau juga beragam. Tergantung ukuran dan tingkat kerumitan pisau.
Karno mematok biaya servis Rp 25 ribu-Rp 100 ribu.
Wiranto, salah seorang pelanggan pisau buatan Karno mengatakan, dia butuh pisau baru untuk menguliti hewan kurban.
"Kemarin sudah servis pisau untuk menyembelih. Sekarang pesan enam buah pisau untuk menguliti," terangnya. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono