RADARSOLO.COM–Pencarian Parto Sarono Indun, 76, warga Dusun Ngargorejo, Desa Ngargosari, Kecamatan Ampel, Boyolali berakhir tragis, Selasa (11/6/2024).
Selepas subuh, Jaka, 55, kebingunan mencari sang ibu.
Setiap sudut rumah disisir, namun Parto Sarono tak kunjung ditemukan.
Jaka kemudian menghubungi anggota keluarga yang lain. Tapi tidak satu pun dari mereka yang mengetahui keberadaan Parto Sarono.
“Sampai dicari di rumah saya, juga nggak ada. Semua keluarga ikut mencari dan menanyakan ke saudara, tidak ada yang tahu,” ujar Suyamto, kades Ngargosari.
Hilangnya Parto Sarono membuat gempar warga setempat.
Hingga akhirnya Warsiyem, tetangga depan rumah melihat sandal Parto Sarono di dekat sumur.
Selain itu, pot-pot bunga di dekat bibir sumur pecah.
Mendapat laporan tersebut, Suyamto yang masih kerabat dekat Parto Sarono segera mengambil senter.
Dari sorot lampu senter, nampak ada benda yang mirip tubuh manusia.
"Di situ (dalam sumur) memang ada orangnya. Tapi belum bisa memastikan kalau itu bulik saya. Lalu kami lapor ke BPBD dan polsek,” terangnya.
Anggota Polsek Ampel dan BPBD Boyolali tiba di lokasi sekira pukul 07.00.
Tim reaksi cepat (TRC) BPBD Boyolali segera melakukan proses evakuasi.
Diantaranya memasang tabung oksigen kepada anggota BPBD Boyolali yang ditugasi masuk ke sumur.
Proses evakuasi dilakukan dengan ekstrahati-hati mengingat kedalaman sumur mencapai 25 meter.
Benar dugaan keluarga dan warga setempat, sosok yang tercebur sumur itu adalah Parto Sarono.
Kasi Kedaruratan BPBD Boyolali Rima Kusuma Prasetyaningrum mengatakan, Parto Sarono ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Berhasil dievakuasi sekira pukul 08.00. Hasil visum luar, penyebab kematian korban karena terjatuh dan tenggelam di dalam sumur," jelasnya.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut. Parto Sarono langsung dimakamkan. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono