RADARSOLO.COM - Pemantauan hewan kurban mulai menyasar tempat penampungan ternak.
Kegiatan tersebut dilakukan di sejumlah kecamatan hingga 13 Juni 2024.
Kabid Keswan Disnakan Boyolali Afiany Rifdania menjelaskan, penampungan ternak yang dipantau tersebar di Kecamatan Mojosongo, Simo.
Berikutnya Kecamatan Nogosari, Boyolali, Ampel, Gladagsari, Juwangi, Banyudono, Sawit dan Ngemplak.
Afiany menerangkan, jumlah hewan ternak yang diperiksa mencapai ribuan ekor. Terdiri dari 841 ekor sapi, 1.056 ekor kambing, dan 316 ekor.
Hasilnya, ditemukan gejala klinis penyakit mulut dan kuku (PMK), lumpy skin deseases (LSD), hingga scabies.
“Ada temuan enam ekor ternak yang mengalami gejala klinis,” terang Afiany, Rabu (12/6/2024).
Hewan ternak yang mengalami gejala klinis harus dipisahkan dari ternak lainnya mencegah penularan penyakit.
Disnakan Boyolali mengingatkan pemilik segera mengisolasi hewan ternak yang sakit dan mengobatinya.
Baru setelah dipastikan sembuh, sapi boleh dijual kembali.
Selain sapi, terdapat 4 empat ekor kambing yang mengalami gejala gatal kulit. Indikasinya terkena scabies.
Hal tersebut ditemukan di Kecamatan Mojosongo. “Memang scabies ini bisa menular ke manusia," jelasnya.
Lebih lanjut diungkapkan Afiany, di Mojosongo, petugas Disnakan Boyolali menyasar 4 lokasi penampungan.
Di antaranya di Desa Kragilan, Desa Brajan, Desa Dlingo. Dari empat lokasi tersebut dinas memeriksa 369 ekor sapi dan 100 ekor kambing.
"Di Desa Dlingo ditemukan sapi dengan gejala klinis benjol-benjol kulit sebanyak satu ekor dan bergejala hipersalivasi sebanyak satu ekor," ujarnya. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono