RADARSOLO.COM-Puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) berlangsung hingga 19 Juni 2024.
Selain suhu udara yang cukup ekstrem, jamaah Embarkasi Solo menghadapi tantangan lainnya.
Mulai dari tenda yang sempit dan makanan basi.
Dewan Pengawas (Dewas) DPR RI Endang Maria Astuti menyebutkan ada sejumlah masalah yang dialami jamaah haji Indonesia di sektor lima.
Seperti makan siang yang basi. Hal itu membuat 100 jamaah keracunan dan sakit.
Endang Maria juga menyoroti keterlambatan pembagian nusuk atau kartu pintar yang diterbitkan Pemerintah Arab Saudi.
Masalah lainnya adalah kasur dan tenda jamaah yang terlalu kecil.
Kabag Humas PPIH Embarkasi Solo Gentur Rachma Indriadi menerangkan, jamaah asal Embarkasi Solo dipastikan aman dari gangguan tersebut.
Tidak ada keluhan terkait tenda yang terlalu sempi maupun makanan basi.
"Pemantauan di WAG (WhatsApp Grup, Red) petugas, so far so good. Kendala hanya bagi jamaah yang berada di dekat alat pendingin ruangan karena terlalu dingin,” ujar Gentur, Minggu (16/6/2024).
“Kalau untuk laporan makanan basi, belum ada laporan tersebut. Tenda untuk jamaah SOC (Embarkasi Solo,Red) juga aman," imbuh dia.
Diketahui, puncak ibadah haji telah dimulai 8 Dzulhijah atau 14 Juni sampai 13 Dzulhijah atau 19 Juni.
Khusus jamaah lansia, disabilitas dan sakit mendapatkan perhatian yang intens dari petugas.
Terkait kesehatan jamaah saat ini, Gentur mengatakan dalam kondisi baik.
"Alhamdulillah, report dari petugas kloter terkait kondisi jamaah juga dalam keadaan baik, aman dan lancar," ungkap Gentur.
Sementara itu, hingga saat ini, terdapat 20 jamaah haji Embarkasi Solo wafat.
Mereka yang wafat didominasi lansia berusia 60-89 tahun. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono