Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Bupati Boyolali Ikut Pantau Kualitas Daging Kurban, Ditemukan Sapi Kena LSD: Untung Lukanya Sudah Kering

Ragil Listiyo • Selasa, 18 Juni 2024 | 01:36 WIB
Tim Disnakan Boyolali memeriksa hati sapi di Kelurahan Siswodipuran, Senin (17/6/2024).
Tim Disnakan Boyolali memeriksa hati sapi di Kelurahan Siswodipuran, Senin (17/6/2024).

RADARSOLO.COM – Memastikan kualitas daging kurban layak dan aman dikonsumsi, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali membentuk tim khusus.

Total ada 25 petugas yang dibagi dalam 10 tim disebar di sejumlah titik.

Mereka bertugas memeriksa dengan teliti daging hewan kurban yang disembelih Senin (17/6/2024).

Kelompok 1 menyasar Kelurahan Pulisen, Boyolali Kota; Desa Kemiri dan Desa Mudal, Kecamatan Mojosongo.

Kelompok 2 di Kelurahan Banaran dan Siswodipuran.

Kelompok 3 di Desa Winong, Boyolali Kota; dan Desa Nepen, Kecamatan Teras.

Kelompok 4 di Kelurahan Karanggeneng, Boyolali Kota.

Kelompok 5 di wilayah UPT Puskeswan Karanggede.

Kelompok 6 di wilayah UPT Puskeswan Ngemplak.

Kelompok 7 di wilayah UPT Puskeswan Simo.

Kelompok 8 di wilayah UPT Puskeswan Mojosongo.

Kelompok 9 di wilayah UPT Puskeswan Ampel.

Baca Juga: Wow, Angka Transaksi QRIS di Solo Raya Tembus Rp 1,5 Triliun, Iki Kata Kepala Kantor Bank Indonesia Solo

Dan kelompok 10 di rumah pemotongan hewan (RPH) Ampel.

“Pemeriksaan postmortem kita lihat kemungkinan PMK (penyakit mulut dan kuku) serta lumpy skin diseases (LSD), cacing hati, dan antraks,” terang Kepala Disnakan Boyolali Lusia Dyah Suciati, Senin (17/6/2024).

Bupati Boyolali M. Said Hidayat turut memantau daging hewan kurban di Masjid Ar Rahman Kampung Surodadi, Kelurahan Siswodipuran, Kabupaten Boyolali.

Dalam pemeriksaan antemortem dan postmortem itu menemukan satu sapi yang terindikasi terjangkit LSD.

"Sudah sembuh. (Lukanya) sudah kering. Jadi boleh untuk kurban," terang Lusia.

Ditambakan Lusia, 10 tim Disnakan Boyolali akan melakukan pemeriksaan antemortem dan postmertem selama 2 hari, 17-18 Juni 2024.


Terpisah, Kabid Uspet Kesmavet Marsini menerangkan, pemeriksaan daging kurban meliputi bagian jeroan. Yakni, limpa, hati dan paru.

Pihaknya menerjunkan dokter hewan untuk memastikan daging kurban aman dan layak konsumen.

"Karena hati, limpa, paru itu rawan terkena cacing dan penyakit zoonosis,” jelasnya.
Untuk sementara, sapi kurban di Masjid Nurul Sawitri, Kelurahan Siswodipuran ditemukan cacing hati.

“Kami minta tidak dibagikan dan harus dimusnahkan," terang Marsini. (rgl/wa)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#LSD #lumpy skin disease #Penyakit Mulut dan Kuku #daging kurban #PMK #Disnakan Boyolali