Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Geger Pungutan Uang Sewa Bangku dan Buku di SMPN 2 Boyolali, Ini Penjelasan Kepala Sekolah

Ragil Listiyo • Senin, 24 Juni 2024 | 22:45 WIB
Tangkapan layar grup WA orang tua murid SMPN 2 Boyolali tentang pungatan sewa bangku dan buku.
Tangkapan layar grup WA orang tua murid SMPN 2 Boyolali tentang pungatan sewa bangku dan buku.

RADARSOLO.COM-Sejumlah orang tua murid SMPN 2 Boyolali mengeluhkan adanya tarikan dana untuk sewa bangku sekolah dan buku.

Pungutan sewa bangku dan buku itu disampaikan dalam grup WhatsApp (WA) yang beranggotakan orang tua murid.

Adapun biaya sewa bangku senilai Rp 230 ribu per tahun, sedangkan sejumlah wali murid telah membayarkan Rp 680 ribu untuk sewa bangku kelas VIII dan IX.

Salah seorang orang tua murid mengaku kaget saat diberi tahu anaknya ada sewa bangku dan buku.

Informasi tersebut juga baru diperoleh sang anak saat naik kelas.

"Pas terima rapor hanya disampaikan kekurangan pelunasan untuk study tour. Nah ini, disuruh bayar (sewa) bangku kelas VIII Rp 450 ribu per tahun. Lalu bangku kelas IX Rp 230 ribu per tahun," ujar orang tua murid yang identitasnya enggan ditulis, Senin (24/6/2024).

Uang tarikan lainnya, orang tua diminta membayar sewa buku senilai Rp 12.500 per buku.

Sedangkan ada empat buku yang dipinjamkan ke anak, sehingga orang tua siswa tersebut membayar Rp 50 ribu untuk buku kelas VIII.

"Ya tentu keberatan. Bangku dan buku, kok sewa. Padahal itu termasuk fasilitas. Padahal dulu bangku dan buku nggak bayar. Sekarang kok ini bayar," keluhnya.

Selain itu, orang tua murid SMPN 2 Boyolali juga dibebani biaya study tour ke Bali untuk kelas VII senilai Rp 1.750.000.

Masih ditambah acara kelas IX nantinya ke Jakarta senilai Rp 1,8 juta.

"Kalau study tour, kami nggak keberatan. Tapi bangku dan buku pinjaman itu lho, kok juga bayar. Harapannya ya dikembalikan, karena bangku dan buku itu kan fasilitas sekolah dan hak anak," tandas orang tua murid.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Boyolali Suroto membantah adanya uang sewa bangku dan buku.

Suroto menegaskan, buku paket dipinjamkan secara gratis dari perpustakaan sekolah.

"Ya, makasih tabbayun (konfirmasi ke sekolah,Red). SMPN 2 Boyolali tidak ada dua hal itu (sewa bangku dan buku,Red) itu tidak ada," ungkap Suroto.

"Orang tuanya biar ke sini saja, itu siapa. Akan kami layani dengan baik. Yang jelas tidak ada, keduanya tidak ada," imbuhnya.

Diterangkan Suroto, pihak sekolah hanya menarik biaya study tour. Itupun sukarela. Artinya, siswa diperbolehkan tidak mengikuti kegiatan tersebut, sehingga tidak perlu membayar biaya study tour.

Terpisah, Kepala Disdikbud Boyolali Supana mengaku baru mengetahui informasi tersebut.

Dia menegaskan, tidak ada peraturan di disdikbud terkait sewa bangku yang dibebankan ke wali murid.

Supana mengaku akan mengonfirmasi langsung ke SMPN 2 Boyolali.

"Dari dinas gak ada (aturan) sewa bangku. Tapi kondisi sekolah seperti apa, sekokah yang punya otoritas," kata disdikbud Boyolali.

"Kami tegaskan, nggak ada itu, nggak ada namanya sewa bangku. Nanti kami akan konfirmasi ke sekolah soal itu," tegasnya. (rgl/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#smpn 2 boyolali #pungutan #buku #sewa bangku