Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

BPBD Boyolali Bentuk Tim Khusus, Dinamakan Jitupasna, Berikut Tugasnya

Ragil Listiyo • Jumat, 5 Juli 2024 | 04:51 WIB
Edukasi mitigasi bencana dan dan susur gua di panggung Museum Karst Indonesia, Rabu (26/7). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
Edukasi mitigasi bencana dan dan susur gua di panggung Museum Karst Indonesia, Rabu (26/7). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM-BPBD Boyolali membuat tim khusus untuk penanggulangan pasca bencana.

Adalah tim kaji dan hitung kebutuhan pascabencana (Jitupasna) melibatkan multisektor.

Mulai dari DPUPR, Disnakan, Dispertan dan stakeholder terkait lainnya.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Boyolali Susatya Adhi menerangkan, penanganan bencana tak hanya saat kejadian.

Namun, pascabencana juga membutuhkan penanganan.

Selama ini Jitupasna belum ada di Boyolali. "Selama ini kalau ada bencana asesmennya hanya di BPBD," ujar Susatya, Kamis (4/7/2024).

Tim Jitupasna terdiri dari DPUPR meliputi Bina Marga, Cipta Karya dan Pangairan, lalu ada Baperrida, BKD, Dispermasdes, Dispertan dan Disnakan. 

Pelibatan multisektor ini bertujuan agar kebutuhan pascabencana bisa ditangani dengan tepat dan efektif.

Menilik ada bencana yang sifatnya dari alam dan nonalam. Misalnya bencana penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak. 

Selama ini, kata Susatya, BPBD Boyolali telah menjalankan tugas untuk asesmen kebencanaan.

Kemudian melaporkan ke bupati untuk selanjutnya ditindaklanjuti dinas terkait.

"Harapannya, kebencanaan bisa lekas tertangani. Ini proses SK (surat keputusan) di bupati. Harapannya bisa segera terbit," ucap Susatya.

"Jika ada jembatan roboh, bisa langsung dianalisa, dihitung kebutuhannya. Lalu ditangani dinas terkait, karena mereka terlibat dalam tim," imbuh dia. (rgl/wa)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#BPBD Boyolali #jitupasna #penanganan bencana