Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

BPJS Kesehatan Boyolali Gelar Monitoring dan Evaluasi, Kader JKN Komitmen Tingkatkan Jumlah Kepesertaan hingga Kepatuhan Pembayaran Iuran

Angga Purenda • Jumat, 5 Juli 2024 | 17:51 WIB
Kegiatan monitoring dan Evaluasi yang dilaksanakan BPJS Kesehatan Cabang Boyolali terhadap Kader JKN di Kabupaten Klaten dan Boyolali.
Kegiatan monitoring dan Evaluasi yang dilaksanakan BPJS Kesehatan Cabang Boyolali terhadap Kader JKN di Kabupaten Klaten dan Boyolali.

RADARSOLO.COM-BPJS Kesehatan Cabang Boyalali menggelar monitoring dan evaluasi (Monev) kader Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk kinerja hingga Juni 2024.

Acara yang digelar di Klaten itu langsung dihadiri Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Deddy Febrianto.

Para peserta monev terdiri para kader JKN dari Klaten dan Boyolali.

Kegiatan tersebut menjadi sarana komunikasi dan bertukar informasi antara para kader dengan BPJS Kesehatan Cabang Boyolali. Terutama terkait program JKN.

Kader JKN merupakan mitra dari BPJS Kesehatan untuk membantu mengingatkan dan menagih iuran para peserta JKN.

Keberadaan kader JKN sebagai upaya optimalisasi peningkatan capaian pengumpulan iuran peserta. Terutama bagi segmen pekerja bukan penerima upah (PBPU) atau peserta mandiri.

Mieke Ulfalia Azzmi, salah seorang kader JKN yang menjadi mitra BPJS Kesehatan Cabang Boyolali asal Klaten mengungkapkan alasan dirinya menjadi kader JKN karena merupakan niat baik sekaligus bagian dari ibadah.

Terutama dalam memberikan informasi kepada warga terkait program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

“Menjadi kader itu baik, maka pekerjaan akan menjadi mudah dan dilandasi rasa senang. Jika fokus dalam menolong orang, maka akan memperteguh langkah dan sikap kami para kader JKN dapat meningkat dan target terlampau,” ujar Mieke, Jumat (5/7/2024).

Lebih lanjut, Mieke mengungkapkan, dengan menjadi kader JKN, pihaknya bisa membantu BPJS Kesehatan dalam meningkatkan jumlah kepesertaan. Terutama dari segmen PBPU.

Disamping meningkatkan kolektifitas pembayaran iuran peserta JKN dari segmen PBPU.

Pada kesempatan itu, Mieke menyampaikan suka duka selama menjadi kader JKN.

Baca Juga: Tegakkan Kepatuhan Peserta dan Pemberi Kerja terhadap Program JKN, BPJS Kesehatan Boyolali Gelar Forum Koordinasi dan Pemeriksaan

Seperti saat menyampaikan program JKN kepada warga yang langsung dimengerti dan dipahami.

Termasuk pembayaran iuran menjadi sebuah kewajiban.

“Dengan menjadi kader JKN, saya bangga menjadi mengenal banyak orang. Terlebih lagi dengan beragam karakter," ujarnya.

"Lewat pendekatan-pendekatan yang saya lakukan, mereka mengerti dan memahami serta mau membayar iuran karena itu adalah tanggungjawab mereka,” lanjut dia.

Lebih lanjut Mieke menerangkan, sebagai kader JKN, tugasnya selain menyosialisasikan program JKN, juga menyampaikan terkait tunggakan iuran kepada peserta JKN.

Termasuk melakukan komunikasi secara intensif terkait kendala dan hambatan yang menjadikan peserta JKN menunggak dalam membayar iuran.

Dari komunikasi yang dilakukan itu diharapkan diperoleh solusi terkait permasalahan tersebut.

Diharapkan peserta JKN bisa membayar tunggakan tersebut sehingga tetap dapat merasakan manfaatnya.

Terutama saat menderita sakit tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan saat berobat.

“Harapan saya sebagai kader JKN yang menjadi mitra dari BPJS Kesehatan Cabang Boyolali ini dapat meningkatkan kolektibilitas dalam pembayaran iuran. Begitu juga dapan meningkatkan kepesertaan dari segmen PBPU,” beber Mieke.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Deddy Febrianto mengatakan, kegiatan monev kader JKN untuk melihat kinerja para kader di wilayah Klaten dan Boyolali hingga Juni tahun ini.

“Kader JKN ini merupakan salah satu program kerja unggulan yang dibuat oleh BPJS Kesehatan. Untuk membantu BPJS Kesehatan dalam beberapa hal. Terutama selama ini yang merasa sulit dilakukan oleh BPJS Kesehatan,” ujar Deddy.

Tugas utama dari kader JKN, terang Deddy, yakni mengedukasi kepada masyarakat. Sekaligus mengingatkan peserta JKN dalam pembayaran iuran di wilayah binaannya.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Boyolali Gelar Monev Kapitasi Berbasis Kompetensi Triwulan I Tahun 2024 untuk FKTP di Klaten

“Lalu melakukan kunjungan yang sifatnya wajib. Ada juga target-target yang sudah ditetapkan per kader JKN," ucap Deddy.


"Selain itu, juga mengedukasi, menginformasikan, dan menerima keluhan para peserta JKN yang setiap bulannya dilaporkan ke BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku,” imbuh dia. (ren/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#evaluasi #kader JKN #Monitoring #BPJS Kesehatan Boyolali