RADARSOLO.COM-Pemkab Boyolali terus menyisir kondisi anak dengan risiko stunting.
Hasilnya, ditemukan 11 anak stunting dengan tiga diantaranya mengalami gizi buruk.
Dokter spesialis anak Dinkes Boyolali Ning Djarwati melakukan pemeriksaan di Puskesmas Boyolali 1, Kamis (11/7/2024).
Menurutnya, ada 14 anak yang terindikasi mengalami stunting. Namun, baru 11 anak yang datang ke puskesmas dan telah dilakukan pemeriksaan.
"Dari 11 yang kami periksa, memang semuanya didapati dengan kondisi stunting. Dari 11 itu, ada tiga anak yang sudah gizi buruk. Sedangkan yang 8 anak (gizi) kurang," jelasnya.
Banyak faktor menyebabkan belasan itu mengalami stunting.
Di antaranya pola asuh yang salah, tidak diasuh orang tuanya dan dititipkan ke nenek.
Nenek cenderung memberikan apa yang anak inginkan.
"Kadang-kadang mungkin diberi susu kental manis yang harusnya belum saatnya,” terang Ning.
Faktor lainnya, anak yang seharusnya masih mendapatkan asi, tapi si ibu kurang paham.
Beberapa anak tidak tercukupi gizinya karena masalah ekonomi.
"Orang tua mengeluhkan berat badan anaknya tidak naik-naik,” kata Ning.
Baca Juga: Kronologi Dugaan Jual Beli Alsintan di Karanganyar, Pelaku Sempat Melarikan Diri
“Ada yang dicurigai tuberkulosis pada anak. Kami lakukan foto rontgen dan pengecekan darah,” lanjutnya.
Sementara itu, Haris Sukastyo, dokter spesialis kandungan sekaligus koordinator Komisariat Perhimpunan Obstetri Ginekologi Boyolali menuturkan, pihaknya melakukan upaya kuratif.
"Misalnya bayi yang baru lahir dengan risiko stunting, bersama-sama kami tangani agar tidak terjadi perubahan fisik. Termasuk menyisir ibu hamil dengan bayi yang dilahirkan berisiko stunting," urai dia.
"Salah satu faktor risiko stunting yakni ibu dengan usia muda,” jelasnya. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono