RADARSOLO.COM–Kegiatan kelompok bermain (KB) di Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Boyolali terganggu.
Mereka mengeluhkan bau pesing kandang kambing dan suara berisik mesin pencacah pakan.
Kebetulan, posisi kandang kambing bersebelahan dengan KB. Hanya dipisahkan dinding tembok.
"Bau pesing, baru prengus, terus bau kotorannya, sama bau pakannya difermentasi, dibusukkan. Bau itu sepanjang hari. Bisingnya kalau giling pakan, biasanya pagi pas anak-anak sekolah," keluh Dewi Ritaningsih, pengelola KB Kids Fun Education.
Dewi khawatir, kondisi tersebut berpengaruh kepada kesehatan anak KB. Apalagi bulu-bulu halus kambing ikut bertebaran saat tertiup angin kencang.
Ditambahkannya, kandang ternak kambing berdiri pada Maret 2024. Jumlah kambing terus bertambah.
"Kalau awal-awal nggak terlalu bau, masih bisa ditolerir. Kami nggak lapor. Sekarang karena, mungkin kambingnya tambah banyak, kemudian tambah (menyengat) baunya,” ungkap Dewi.
“Kami sudah lapor ke pak RT, tolong dipertimbangkan, karena ini kan ada fasilitas umum, ada sekolah, ada masjid, ada tetangga yang dekat," ujarnya.
Dewi berharap, lokasi peternakan kambing bisa dipindah agar tidak mengganggu kenyamanan, keamanan dan ketertiban. Terutama proses belajar mengajar di KB.
Selain mengadu ke ketua RT, Dewi melayangkan surat kepada Pj gubernur Jateng ditemuskan ke bupati Boyolali, dinas peternakan dan perikanan (Disnakan), serta dinas lingkungan hidup (DLH) pada 8 Juli lalu.
Terpisah, Kepala DLH Boyolali Suraji mengamini adanya aduan terkait polusi bau dan suara di Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak. “Ini sedang proses mau dimediasi," jelasnya.
DLH akan mengecek kembali lokasi dengan pendekatan teknis maupun sosial. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono