RADARSOLO.COM - Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Tol Solo-Ngawi, tepatnya di kilometer (KM) 497+800 B Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Boyolali pada Sabtu (13/7) pagi.
Sebuah minibus Isuzu berplat nomor AG 7710 V dengan penumpang rombongan wisata guru SD Darul Falah Kenjaren, Surabaya menyeruduk truk muatan baja ringan bernopol H 8593 NG.
Enam orang tewas akibat kecelakaan maut di Jalan Tol Solo-Ngawi tersebut.
Saat ini, korban tewas telah dievakuasi ke Rumah Sakit Pandan Arang Boyolali.
Sedangkan korban selamat dirujuk ke empat rumah sakit lainnya di wilayah Boyolali, Sukoharjo dan Solo.
Kanit PJR Unit 7 Kartasura Iptu Dwi Budi Utomo membenarkan adanya kecelakaan maut di Jalan Tol Solo-Ngawi tersebut.
Dia menjelaskan, kecelakaan bermula saat rombongan wisata guru SD Darul Falah Surabaya hendak rekreasi ke Jogjakarta.
Mereka menaiki minibus Isuzu Elf dengan jumlah penumpang sekitar 22 orang.
"Mereka rombongan Guru SD Darul Falah dari Kenjeran Surabaya, mau ke Jogjakarta. Sesampainya di lokasi sekira pukul 03.15, pengemudi Elf diduga mengantuk. Kemudian menabrak dari belakang kendaraan truk muatan baja ringan yang melaju searah di depannya," jelas Dwi.
Akibat kerasnya hantaman, bagian depan minibus sampai remuk.
Petugas lantas mendatangi lokasi untuk proses evakuasi korban.
Selain itu, dilakukan penutupan bahu luar dan lajur 1 selama proses evakuasi ini.
Terpisah, Kepala Kamar Jenazah RS Pandan Arang Boyolali Suratno mengamini adanya korban kecelakaan yang dibawa ke rumah sakit tersebut.
Namun, saat ini pihanya masih menunggu keluarga korban.
"Ada enam orang MD dan satu dirawat di IGD," tutur Suratno.
Korban meninggal dunia, yakni . empat orang dewasa. Serta satu anak kecil usia 4 tahun dan satu bayi berusia 9 bulan.
Saat ini, pihaknya masih melakukan pemulasaran jenazah para korban.
Diketahui, korban tersebut merupakan rombongan tenaga pendidik asal Surabaya.
Sementara ini, identitas korban meninggal yang sudah diketahui, yakni Achmad Rofiuzen, 26, warga Kalilom Lor 1/25 RT /RW 0003, Desa Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya.
Serta seorang dosen atas nama Abdul Manan, 69. (rgl/ria)
Editor : Syahaamah Fikria