RADARSOLO.COM- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan merayakan HUT ke-56.
Hari istimewa tersebut diisi dengan PROLANIS DAY atau senam HUT BPJS Kesehatan Bersama Peserta Prolanis.
Kegiatan ini digelar seretak di seluruh kantor cabang BPJS Kesehatan, salah satunya di Kabupaten Boyolali.
Tampak di halaman Klinik Pratama Rawat Inap Mitra Sehati, puluhan lanjut usia (Lansia) telah berkumpul. Baik laki-laki maupun perempuan.
Mereka lantas menjalani pemeriksaan kesehatan berupa tekanan darah.
Kemudian, mereka mengikuti kegiatan senam lansia dengan penuh semangat.
Penanggung jawab Klinik Pratama Rawat Inap Mitra Sehati dr Retno Setianingsih mengatakan, kegiatan ini sengaja menyasar lansia agar mereka melakukan aktivitas olahraga.
Sekaligus mendorong para lansia melakukan pola hidup sehat.
“Para lansia ini kalau ditanya sudah olahraga rutin? Jawabnya pasti tidak, karena menganggap aktivitas sehari-hari ini adalah olahraga. Padahal kan tidak. Jadi beda aktivitas sehari-hari dan olah raga beda," urainya, kepada radarsolo.com, Minggu (14/7/2024).
Para lansia yang mengikuti senam bersama HUT BPPJS berusia di atas 50 tahun.
Mereka berasal dari berbagai dusun di sekitar klinik.
Retno menerangkan, kerja sama dengan BPJS Kesehatan sudah berjalan sejak 2021.
Banyak manfaat yang diterima klinik.
Menurutnya, kegiatan tersebut memudahkan petugas dalam memantau kondisi para lansia.
Apalagi, pihaknya bisa melakukan skrining kesehatan di masyarakat.
Karena banyak temuan penyakit kronis yang awalnya tidak disadari pasien.
Retno menilai, dengan menggandeng BPJS Kesehatan, petugas bisa terjun langsung melakukan pemeriksaan ke masyarakat.
"Dengan begitu, kami bisa melakukan perawatan. Lalu bisa melakukan perujukan maupun rujuk balik, sehingga obatnya bisa berkelanjutan,” urai Retno.
“Dengan pelayanan dan kerja sama dengan BPJS Kesehatan, masyarakat senang, mereka merasa diperhatikan,” lanjutnya.
Dalam kegiatan Prolanis, juga disisipkan edukasi tentang pola makan bergizi bagi lansia. Apa yang boleh dikonsumsi dan yang harus dihindari.
Retnor berharap, BPJS Kesehatan lebih mempermudah alur teknis untuk perawatan pasien Prolanis.
Misalnya, ketika klinik hendak merujuk pasien, Retno kerap kebingungan untuk program rujuk balik (PRB) BPJS.
"Juga untuk pasien-pasien yang cek laboratorium, harapannya tidak hanya enam bulan sekali. Tapi diperpendek menjadi tiga bulanlah," terangnya.
Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Boyoyali Deddy Febriyanto mengatakan, kegiatan Prolanis Day ini digelar di Kantor Cabang BPJS Kesehatan seluruh Indonesia sebagai salah satu rangkaian HUT ke-56 BPJS Kesehatan.
Kegiatan ini merupakan upaya promotif preventif bagi peserta JKN. Khususnya peserta Prolanis dalam melakukan perubahan perilaku hidup sehat melalui kegiatan Senam Prolanis.
"Prolanis merupakan program dari BPJS Kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup pada penderita penyakit kronis,” ujar Deddy.
“Merupakan kegiatan terintegrasi yang membutuhkan kerja sama yang solid antara BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan dan peserta," imbuh dia.
Kegiatan ini menyasar seluruh Fasiltas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Pengelola Prolanis menggelar kegiatan senam HUT BPJS Kesehatan dengan peserta para lansia.
Kegiatan lainnya berupa edukasi klub Prolanis dan pemeriksaan kesehatan.
Khusus untuk Kantor BPJS Kesehatan Cabang Boyolali, kegiatan diikuti 116 FKTP.
Terdiri dari wilayah Kabupaten Klaten sebanyak 78 FKTP dan Kabupatem Boyolali ada 38 FKTP.
Adapun peserta total kegiatan mencapai 3.000 peserta yang terbagi dalam klub Diabetes Melitus (DM) dan klub hipertensi (HT). (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono