RADARSOLO.COM – Penyelidikan kecelakaan di tol Solo-Ngawi KM 497+800 jalur B yang menewaskan 6 penumpang berlanjut.
Sukir, 60, sopir minibus nomor polisi AG 7710 V yang membawa rombongan guru Yayasan SD Darul Falah Kenjeran, Surabaya dan keluarga telah diminta keterangan.
Warga Dawarblandong, Mojokerto, Jatim tersebut sempat menjalani perawatan di RS Ortopedi dr Suharso, Sukoharjo akibat patah tulang.
Kapolres Boyolali AKBP Petrus Parningotan Silalahi mengatakan, penyelidikan masih berjalanan untuk mengungkap fakta penyebab kecelakaan.
Apakah sang sopir mobil Elf bisa menjadi tersangka?
"Itu nanti. Itu merupakan rangkaian penyelidikan (lalu) penyidikan dari kejadian tersebut. Untuk saat ini, sopir sudah bisa dimintai keterangan," ujar Petrus, Senin (15/7/2024).
"Kami akan mendatangkan ahli. Apakah itu merupakan jenis (kecelakaan akibat) kelalaian dari sopir. Apakah itu ada over capacity yang mengakibatkan kurang berfungsinya daya kerja rem dengan baik, ahli yang akan bicara," tambahnya.
Sedangkan dari keterangan Sukir, polisi mendapat beberapa fakta.
Menurut Sukir, dalam perjalanan, rombongan Yayasan SD Darul Falah sudah dua kali berhenti di rest area untuk istirahat.
Namun, saat memasuki tol Solo-Ngawi yang masuk wilayah Kabupaten Boyolali, minibus menabrak bemper belakang truk bermuatan batu bata ringan.
"Dugaan kami adalah mengantuk. Faktanya juga ya mengantuk, dia (Sukir) bilang begitu,” kata kapolres.
“Namun, apakah benar hanya mengantuk atau ada faktor kelayakan dari kendaraan tidak diperhatikan, itu nanti pasti rangkaiannya banyak,” lanjut Petrus.
Diketahui, kecelakaan rombongan guru Yayasan SD Darul Falah dan keluarga terjadi, Sabtu (13/7/2024) pukul 03.15.
Sedianya, mereka hendak berwisata ke Yogyakarta.
Sesampainya di KM 497+800 Jalur B, minibus bernopol AG 7710 V menabrak bemper belakang truk bermuatan batu bata ringan nopol H 8593 NG.
Akibatnya, 6 penumpang minibus meninggal dunia.
Polres Boyolali tim Dirlantas Polda Jateng telah melakukan olah TKP.
Polisi tidak menemukan bekas pengereman di aspal jalan tol. Minibus sempat terseret sejauh
60 meter karena truk bermuatan berat tidak bisa langsung berhenti. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono