RADARSOLO.COM-Mengantisipasi dampak kekeringan, BPBD Boyolali menyiapkan puluhan truk tangki air bersih.
Truk tangki air bersih tersebut siap diluncurkan ke daerah terdampak kekeringan di Boyolali.
BPBD Boyolali mencatat terdapat 10 kecamatan terdampak kekeringan.
Yakni Wonosegoro, Wonosamudro, Juwangi, Kemusu, Andong, Selo, Cepogo, Gladagsari, Tamansari, dan Musuk.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali Suparman menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan UPTD terkait dalam menanggulangi dampak kekeringan.
”Kami sudah mengirimkan 17 truk tangki air bersih di tiga kecamatan terdampak. Yakni Juwangi, Wonosegoro, dan Tamansari,” ungkap Suparman kepada radarsolo.com, Selasa (20/8/2024).
Menurut Suparman, dampak kemarau tahun ini tak seluas sebelumnya.
Lantaran beberapa tempat ada yang masih diguyur hujan.
”Tidak seperti tahun lalu yang dibarengi dengan El Nino. Hanya sebagian wilayah yang terdampak kekeringan,” jelasnya.
Suparman menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah desa yang tahun lalu terdampak kekeringan.
Mereka diminta segera melapor ketika kembali mengalami kekeringan.
”Untuk daerah yang belum kami drop air bersih, karena masih ada persediaan air. Dan memang belum ada laporan masuk,” ungkap Suparman.
“Kalau ada laporan masuk, langsung kami kirim selama persediaan air masih ada di hari itu,” lanjutnya.
Selain dropping air bersih, BPBD Boyolali juga berencana membuat program sumur dalam di tiga tempat.
Yaitu Bengle, Wonosamudro, dan Musuk. Wilayah tersebut paling sering terdampak kemarau. (mg6/adi)
Editor : Tri Wahyu Cahyono