Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Meriahnya Tradisi Sebaran Apem Kukus Keong Mas di Pengging Tandai Akhir Bulan Safar

Tri wahyu Cahyono • Sabtu, 24 Agustus 2024 | 03:31 WIB
Masyarakat menyemut pada tradisi sebaran apem kukus keong mas digelar di Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jumat (23/8/2024).
Masyarakat menyemut pada tradisi sebaran apem kukus keong mas digelar di Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jumat (23/8/2024).

RADARSOLO.COM-Tradisi sebaran apem kukus keong mas digelar di Alun-Alun Pengging Kecamatan Banyudono, Jumat (23/8/2024).

Masyarakat berbondong-bondong memenuhi alun-alun dan kawasan wisata Pengging untuk ikut dalam kegiatan tersebut.

Sebanyak 40 ribu apem kukus dan apem keong mas disiapkan untuk tradisi tahunan menyambut berakhirnya bulan Safar.

Acara dimulai pukul 13:00. Diawali seremonial di kantor Kecamatan Banyudono.

Dua gunungan apem diarak dari halaman kantor Kecamatan Banyudono menuju kawasan Alun-Alun Pengging.

Berlanjut hingga halaman Masjid Cipto Mulyo Pengging.

Cucuk lampah rombongan adalah prajurit Keraton Solo.

Tiba di lokasi, Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali Wiwis Trisiwi Handayani membuka acara sebaran apem kukus keong mas.

“Semoga kita diberikan keselamatan dan kesehatan oleh Allah SWT. Bismillahirrohmainrrohim” ucap Wiwis sambil melempar apem.

Gunungan apem di sebar di dua tempat. Yakni di kompleks Masjid Cipto Mulyo dan Alun-Alun Pengging.

Mulai dari anak-anak hingga orang tua bersemangat menunggu apem disebar.

Warga sangat antusias menangkap dan mengumpulkan apem yang dilempar oleh panitia dari atas panggung.

Baca Juga: Buntut Revitalisasi Alun-Alun Wonogiri, CFD Dipindah ke Jalan Gatot Subroto

Bahkan ada yang membawa payung untuk menangkap apem dengan mudah.

Di antaranya Kasiyati, 57. “Lebih enak pakai payung (untuk menangkap apem). Nggak perlu loncat-loncat. Mboten rekoso,” ujarnya.

Acara sebaran apem berlangsung singkat, dan kondusif.

Setelah apem dari gunungan habis dibagikan, masyarakat meninggalkan kawasan masjid dan Alun-Alun Pengging.

Kepala Dinas Pemuda olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali Budi Prasetyaningsih menjelaskan, sebaran apem kukus keong mas merupakan bentuk pelestarian budaya.

Sekaligus wujud syukur masyarakat atas nikmat yang diberikat Allah SWT.

“Awalnya kan dari murid-muridnya Kyai Yosodipuro yang membuat ritual membagikan apem dibungkus janur dengan tujuan bersedekah,” jelasnya.

“Kenapa kok dibungkus janur? Itu dari kata nur yang artinya cahaya, supaya mendapat cahaya dari Allah SWT,” lanjut Budi Prasetyaningsih.

Harapannya, dengan adanya tradisi tahunan sebaran apem keong mas, kebudayaan di Boyolali semakin maju. Meningkatkan event pariwisata di Boyolali. (mg6/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#keong mas #alun alun pengging #apem #Sebaran #tradisi