RADARSOLO.COM-BPJS Kesehatan Cabang Boyolali terus melakukan modernisasi guna mempermudah layanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Salah satu inovasi terbaru adalah menghadirkan perangkat Anjungan Mandiri Jaminan Kesehatan Nasional (AMAN) JKN di kantor cabang Boyolali.
Dengan adanya AMAN JKN, peserta JKN kini dapat mengakses informasi dan mengurus administrasi secara mandiri dengan pendampingan petugas.
Hal ini memungkinkan peserta untuk mendapatkan layanan tanpa harus mengantre di loket frontliner, sehingga prosesnya menjadi lebih cepat dan efisien.
Kehadiran AMAN JKN ini disambut baik oleh peserta JKN, termasuk Margiyanto, warga Kalicebong, Desa Krasak, Kecamatan Teras, Boyolali.
Dia merasa sangat terbantu dengan terobosan ini, terutama karena dapat menghemat waktu dalam pengurusan administrasi.
"Ini sangat memudahkan kami yang memiliki keterbatasan waktu untuk mengakses layanan administrasi JKN,” ujar Margiyanto.
“Alur layanannya dipersingkat, namun tetap memudahkan peserta mendapatkan layanan yang dibutuhkan,” lanjut dia.
Margiyanto datang ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Boyolali untuk mengecek status tagihan kerabatnya.
Dia juga mengapresiasi keramahan petugas yang membantu mengarahkan ke AMAN JKN tanpa harus menunggu lama.
"AMAN JKN memberikan kemudahan bagi seluruh lapisan masyarakat, baik yang melek teknologi maupun yang belum terbiasa dengan teknologi,” jelasnya.
“Ini adalah bukti komitmen BPJS Kesehatan dalam memberikan layanan yang mudah, cepat, dan setara," beber Margiyanto.
Pihaknya mengajak masyarakat untuk mendukung program JKN dan memanfaatkan berbagai kemudahan yang disediakan BPJS Kesehatan.
Margiyanto juga mendorong peserta untuk menggunakan kanal layanan lain seperti WhatsApp PANDAWA, Care Center 165, dan Aplikasi Mobile JKN.
"Saya berharap BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan dapat terus bekerja sama untuk memberikan pelayanan prima kepada peserta JKN," ucap dia.
BPJS Kesehatan berkomitmen untuk terus berinovasi dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan.
Salah satunya melalui perangkat AMAN JKN yang diharapkan dapat meningkatkan kepuasan peserta JKN sekaligus efisiensi pengelolaan administrasi.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga terus memperkuat infrastruktur teknologi informasi untuk mempercepat transformasi digital di sektor kesehatan.
Ini dilakukan agar layanan kesehatan dapat diakses dengan mudah dan cepat oleh seluruh masyarakat.
“Sebagai pilar utama dalam sistem jaminan kesehatan nasional, BPJS Kesehatan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap warga negara Indonesia dapat memperoleh akses layanan kesehatan secara adil dan tepat sasaran," terang Margiyanto. (ren/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono