RADARSOLO.COM-Seorang guru PAUD asal Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Sugiyem (50), baru saja mendaftarkan dirinya sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara mandiri di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Boyolali.
Sugiyem merasa perlu mengikuti program JKN untuk memastikan perlindungan kesehatan bagi dirinya dan keluarganya.
Sugiyem mendaftar sebagai peserta JKN kelas 3 dengan membayar iuran sebesar Rp 35 ribu per bulan.
"Saya dan suami sepakat untuk ikut JKN agar bisa mendapat jaminan kesehatan jika sewaktu-waktu dibutuhkan," ungkapnya.
Saat mendaftarkan diri, Sugiyem mengaku puas dengan layanan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan Boyolali.
Mulai dari penyambutan yang ramah hingga proses pendaftaran yang cepat, membuatnya merasa nyaman.
"Begitu masuk, petugas satpam langsung membukakan pintu, dan semua proses berlangsung cepat," ujar Sugiyem.
Proses pendaftaran JKN berjalan lancar tanpa kendala.
Sugiyem menjelaskan, petugas BPJS memberikan penjelasan lengkap tentang program JKN.
Termasuk layanan kesehatan yang bisa diakses melalui fasilitas kesehatan yang telah dipilihnya, yaitu Klinik Pratama Surya Medika sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Selain itu, Sugiyem merasa lega karena dengan menjadi peserta JKN, dirinya tak perlu lagi khawatir soal biaya kesehatan.
"Harapannya, ke depan tidak perlu khawatir kalau sakit, semua sudah ditanggung oleh JKN," tambahnya.
Ia juga mengapresiasi BPJS Kesehatan yang kini menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai identifikasi peserta JKN.
Sehingga tidak perlu repot membawa banyak kartu saat mendapatkan layanan kesehatan.
"Cukup dengan KTP, kita sudah bisa mendapat layanan kesehatan," katanya.
Sugiyem berharap agar pelayanan BPJS Kesehatan Cabang Boyolali terus ditingkatkan, terutama dalam kemudahan akses dan kenyamanan peserta saat melakukan pendaftaran.
“Layanan di sini sudah sangat baik, tidak ada antrean panjang, dan prosesnya cepat,” tutupnya. (ren/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono